1 tahun lalu |10 Juni 2016 22:21 |1003 Pembaca

Warga Rusunawa Sibolga Ribut karena Air Bersih, Datangi Kantor Walikota

Foto: Keributan antar warga yang terjadi kompleks Rusunawa Sibolga karena masalah pembagian air bersih yang tak merata. Raymon/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Jumat (10/6) petang tadi terjadi keributan antar warga penghuni Blok A dengan Blok B Rusunawa Sibolga di Jalan Merpati, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan. Pemicunya pembagian air bersih oleh petugas Pemadam Kebakaran Pemko Sibolga yang dituding tidak adil.

“Mobil tangki pemadam itu dari tadi hanya kasih air ke penghuni Blok B, sementara kami dari pagi tidak ada terima air,” jelas Elfi, salah satu warga penghuni Blok A.

Warga yang protes mencurigai sikap ‘pilih kasih’ itu lantaran adanya postingan miring di media sosial tentang salah seorang penghuni lantai 2 Blok A yang akrab dipanggil Butet, yang merupakan istri seorang petugas Pemadam Kebakaran Pemko Sibolga berinisial A. Warga Blok A baru dikasih air bersih kalau sudah meminta maaf kepada petugas pemadam itu. Sebab isu itu disebut-sebut telah merusak nama baik keluarganya.

“Masa hanya gara-gara isu itu kami tidak dikasih air,  khususnya penghuni Blok A Lantai 1 dan 3,” ungkapnya.

Selain itu, ada juga yang mengatakan bahwa macetnya pendistribusian air bersih ke Blok A diduga karena penghuninya tidak mau lagi membayar retribusi sebesar Rp4.000 untuk pasokan 5 tangki air bersih sehari. Retribusinya itu tadinya dibayarkan kepada istri si petugas pemadam kebakaran tersebut. Tapi warga ogah membayar setoran itu karena sisanya tidak pernah jelas penggunaannya. Bahkan sisa uang retribusi air bersih itu dicurigai digunakan si petugas pemadam kebakaran untuk membeli minuman keras.

“Kami mau sisa uang tersebut disimpan sebagai uang kas, jadi sewaktu-waktu uang itu bisa digunakan untuk kembali membayar uang air,” jelas Mak Fitri, penghuni Blok A Lantai 3.

Foto: Puluhan ibu-ibu penghuni Rusunawa Sibolga saat mendatangi Kantor Walikota. Raymon/ST Foto: Puluhan ibu-ibu penghuni Rusunawa Sibolga saat mendatangi Kantor Walikota. Raymon/ST

 

Karena merasa tidak ada kepastian akan mendapat pasokan air bersih, akhirnya puluhan warga Blok A yang didominasi kaum ibu-ibu tersebut kemudian mendatangi Kantor Walikota Sibolga. Sembari membawa ember kosong, mereka berniat mengadukan masalah yang terjadi kepada pemerintah daerah. Sialnya, kedatangan mereka tidak direspon oleh pejabat di jajaran Pemko Sibolga.

“Sudah nasib orang miskin memang selalu dibeginikan,” tandas salah seorang ibu-ibu di depan belasan petugas Satpol PP yang menghalau mereka di depan gerbang masuk kantor itu, sembari membantingkan embernya.

Editor: Mora