1 tahun lalu |10 Juni 2016 22:56 |1969 Pembaca

Usai Diotopsi, Besok Jenazah Angeline Dikuburkan

Foto: Angeline Simanjuntak semasa hidup. Istimewa/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Usai diotopsi di RS Brimob Medan Jumat (10/6) siang tadi, jenazah Angeline Simanjuntak (14), pasien usus buntu yang meninggal dunia pasca operasi di RSUD Pandan, diperkirakan tiba kembali di kampungnya di Jalan Padangsidimpuan, Lingkungan I Hutabuntul Nauli, Kelurahan Pinangsori, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah pada dini hari nanti. Jenazah alamarhum rencananya akan dikebumikan besok sore, Sabtu (11/6).

“Informasi yang kami terima, tadi mulai jam 10 sampai jam 2 siang sudah selesai otopsinya. Sekarang sedang dalam perjalanan dibawa kembali ke rumah duka di Pinangsori. Kalau tidak ada halangan di perjalanan diperkirakan sampai jam 3 dini hari nanti,” ujar Pangeran Simanjuntak, kerabat keluarga almarhum Angeline saat dihubungi Jumat (10/6) malam.

Terkait penguburannya, direncanakan dilaksanakan besok sore (Sabtu, 11/6) di kampung. “Besok langsung dikubur,” pungkas Pangeran.

Sebelumnya, setelah ibunda Angeline,  Junsaris Neri Br Sitinjak (46), melaporkan RSUD Pandan ke Polres Tapanuli Tengah atas dugaan tindak pidana malapraktik dalam operasi yang merenggut nyawa putrinya itu, jenazahnya dibawa ke RS Brimob Medan pada Kamis (9/6) malam.

Pelaporan tersebut didasari keberatan dan kecurigaan pihak keluarga atas  ketidakwajaran ukuran bekas sayatan pada bagian permukaan perut saat Angeline dioperasi. Namun pihak manajemen RSUD Pandan milik Pemkab Tapanuli Tengah itu menepis tudingan telah melakukan malapraktik, dan menyatakan bahwa pelayanan medis, khususnya proses pengoperasian Angeline sudah sesuai SOP (standar operasional prosedur).

Editor: Mora