1 tahun lalu |11 Juni 2016 22:41 |2182 Pembaca

Angeline Dikuburkan di Dekat Ayahnya

Foto: Peti jenazah Enjelin Johanna Simanjuntak saat hendak dikuburkan, Sabtu (11/6). Raymon/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Jenazah Enjelin Johanna Simanjuntak (sebelumnya dituliskan dengan nama Angeline Simanjuntak,red) dikuburkan di dekat makam ayahnya almarhum Joni Simanjuntak yang sudah lebih dulu meninggal dunia saat Enjelin masih berusia 3 bulan, Sabtu (11/6) petang. Ibunda Enjelin, Junsaris Neri Br Sitinjak (46), sempat terkulai lemas saat peti jenazah putri bungsunya itu dimasukkan ke liang kubur dan prosesi pelemparan tanah.

Jenazah remaja berusia 14 tahun itu dikuburkan di Pemakaman Kristen (lama) di kampungnya di Hutabuntul, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah. Isak tangis keluarga, kerabat dekat, dan teman-teman sekolah Enjelin mewarnai prosesi peletakan peti jenazah berwarna putih itu. Sebelum dikubur, beberapa pemuka agama memimpin prosesi doa pemakaman.

Kematian siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Pinanggsori menyita perhatian publik karena ia meninggal dua hari pasca operasi usus buntu akut di RSUD Pandan milik Pemkab Tapanuli Tengah, pada Rabu (8/6) kemarin. Yang membuat ngeri, 3 sayatan bekas operasi besar di permukaan perut Enjelin mencapai panjang hingga sekitar 50 centimeter.

Pihak keluarga kemudian melaporkan RSUD Pandan atas pelanggaran terhadap Undang-Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, atau umumnya disebut tindak pidana malapraktik. Namun pihak RSUD Pandan menepis tudingan tersebut dengan menyatakan bahwa proses perawatan dan operasi Enjelin sudah sesuai dengan prosedur.

Editor: Mora