1 tahun lalu |11 Juni 2016 22:52 |1926 Pembaca

Kakak Angeline Minta Polisi Usut Tuntas Dugaan Malapraktik RSUD Pandan

Foto: Papan salib nisan almarhum Enjelin Johanna Simanjuntak saat jenazahnya hendak dibawa dengan mobil ambulance ke areal pemakaman, Sabtu (11/6) petang. Raymon/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM –  Pihak keluarga Enjelin Johanna Simanjuntak (sebelumnya ditulis dengan nama Angeline Simanjuntak,red), berharap Polres Tapanuli Tengah mengusut tuntas penyebab kematian almarhum. Kakak Enjelin, Ester Simanjuntak, menyatakan ada ketidakwajaran atau tindakan malapraktik dalam operasi usus buntu yang dilakukan tim dokter RSUD Pandan.

“Kami minta polisi agar dapat mengusut tuntas kematian adik saya yang kami nilai tidak wajar. Kami berharap agar pihak kepolisian bertindak profesional dalam mengusut kasus ini, jangan ada kepentingan lain,” ujar Ester kepada wartawan usai prosesi pemakaman almarhum  di Pemakaman Kristen Hutabuntul, Kecamatan Pinangsori, Sabtu (11/6) petang.

Diakui Ester, hingga kini pihak keluarga masih menaruh rasa kecewa berat terhadap tim dokter yang mengoperasi perut Enjelin hingga akhirnya nyawa adik bungsunya itu melayang. “Maunya tim dokter yang menangani korban sewaktu operasi mendapat ganjaran setimpal dari Tuhan atas apa yang mereka perbuat,” tuturnya.

Ester mengungkapkan, adiknya itu semula dibawa ke RSUD Pandan hanya karena demam biasa dan keluhan sakit di bagian perut. Namun di hari Senin (6/6), orangtuanya diberikan surat persetujuan operasi usus buntu biasa. Dan kemudian pihak rumah sakit seakan membalikan fakta, kalau operasi yang mereka lakukan itu adalah laporatomi atau pembedahan bagian perut. “Jadi untuk apa surat persetujuan untuk operasi usus buntu itu dibuat,” tandasnya.

Lanjutnya, keesokan harinya Selasa (7/6), pihak rumah sakit kembali melakukan operasi ulang, namun orangtuanya hanya menyetujui pemasangan selang pada bagian pencernaan. “Kami hanya memberikan izin operasi usus buntu, bukan operasi laparotomi,” tandasnya sembari mengungkapkan kekecewaannya atas sikap salah seorang dokter bedahnya yang malah menyinggung perasaan pihak keluarga sesaat setelah Enjelin dinyatakan sudah meninggal dunia.

Editor: Mora