1 tahun lalu |14 Juni 2016 13:32 |1270 Pembaca

Kepemimpinan Sukran Dikecam, Kantor Bupati Tapteng Dilempari Telur Busuk

Foto: Aksi pelemparan telur ayam busuk ke Kantor Bupati Tapanuli Tengah oleh mahasiswa, Selasa (14/6). Raymon/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Intelektual Demokrasi melempari Kantor Bupati dan Gedung DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dengan telur busuk. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes menolak pencalonan kembali Sukran Jamilan Tanjung sebagai petahana pada pilkada 2017 nanti.

Menurut mereka, Sukran tidak pantas untuk kembali memimpin, sebab ia lebih banyak melakukan ‘jual-beli’ jabatan demi keuntungan pribadi, dari pada meningkatkan taraf hidup masyarakat. Salah satu bukti nyatanya yakni ‘jual-beli’ untuk jabatan kepala sekolah.

“Semua yang dilakukan Sukran tak lebih dari upaya menguntungkan diri sendiri, tanpa peduli nasib masyarakat Tapanuli Tengah,” ungkap Jonna Pardomuan Sinaga dalam orasinya.

Selain itu, sejak Sukran memimpin, angka kemiskinan terus meningkat. Itu dibuktikan dimana hingga kini Tapteng masih terus menjadi kabupaten termiskin dan tertinggal ketiga di Provinsi Sumatera Utara. Menurutnya, pembangunan bidang infrastruktur dan pendidikan tidak ada yang maksimal, bahkan semakin tertinggal dengan daerah lain.

“Tak banyak perubahan yang berarti sejak kepemimpinan Sukran setelah dinonaktifkannya Bupati Raja Bonaran Situmeang karena terkait kasus penyuapan hakim MK,” ujarnya.

Usai melempari kantor bupati dengan telur busuk, massa kemudian bergerak menuju Gedung DPRD. Mereka kembali melemparinya dengan telur busuk, sebagai bentuk kekecewaan atas sikap lembaga wakil rakyat itu yang dianggap tidak serius memperjuangkan hak-hak masyarakat.

Tidak ada pihak yang menjawab maupun menerima kehadiran dan aspirasi mereka. Dan setelah puas berorasi dan aksi lempar telur itu, mereka membubarkan diri dengan tertib dibawah pengawalan ketat dari petugas kepolisian.

 

Editor: Mora