1 tahun lalu |14 Juni 2016 15:38 |1117 Pembaca

Mustahil Jalinsum Sarudik-Batangtoru Mulus Saat Mudik Lebaran

Foto: Proses pengerjaan proyek rekonstruksi Jalinsum Sarudik-Batangtoru, dari bantuan WINRIP. Istimewa/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Pemerhati pembangunan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Ribu Simatupang menyatakan mustahil Jalinsum Sarudik (batas Sibolga)-Batangtoru (batas Tapsel) bisa mulus pada saat mudik Lebaran nanti. Pekerjaan penambalan perawatannya tahun ini, bahkan juga proyek rekonstruksinya, pun tidak bisa menjamin.

‪”Siapa yang bisa menjamin pengerjaan jalan itu rampung sebelum Lebaran ini,” kata Ribu, Selasa (14/6/2016).‬

‪Dari sisi teknis, sambung Ribu, perbaikan Jalinsum itu tidak akan selesai hingga Lebaran. Selain keterlambatan memulai pekerjaan, juga kendala cuaca. Pantauan hingga 2 pekan jelang Lebaran ini,  progres pekerjaan masih rendah.

‪”Harusnya para pejabat di Tapteng baca spesifikasi, dan satu kemustahilan kalau jalan itu bisa selesai Lebaran ini. Jadi pemerintah daerah seharusnya membangun sinergi dengan pemangku kepentingan, termasuk kepada warga dalam hal pembebasan lahan agar dapat merampungkan perbaikan jalan nasional itu,” sebut Ribu lagi.

Foto: Proyek perbaikan Jalinsum Sarudik-Batangtoru, yang disebut-sebut tidak akan rampung pada saat mudik Lebaran nanti. Dok/ST Foto: Proyek perbaikan Jalinsum Sarudik-Batangtoru, yang disebut-sebut tidak akan rampung pada saat mudik Lebaran nanti. Dok/ST

 

Amatan, intensitas arus kendaraan di jalan lintas di wilayah Tapteng, mulai dari batas Sibolga hingga batas Tapsel dan dari batas Tapanuli Utara (Taput), semakin meningkat. Baik kendaraan penumpang umum, maupun kenderaan yang mengangkut pasokan kebutuhan pokok ke wilayah Sibolga dan Tapteng.‬ Namun kondisi jalan, khususnya Sarudik-Batangtoru, masih dipenuhi lubang yang menanti korban.

Sementara itu, proyek pembangunan dan pelebaran Jalinsum Sarudik-Batangtoru yang bersumber dari program bantuan WINRIP (Western Indonesian Road Improvement Project) World Bank (Bank Dunia) sudah dimulai sejak pertengahan tahun lalu. Namun pengerjaan masih berupa pengerukan untuk pelebaran badan jalan, pembangunan turap beton, dan penambalan lubang-lubang.‬

Masa pengerjaan proyek ini ditenggat selama 27 bulan. Anggarannya sebesar Rp364 miliar secara multiyears (tahun jamak), dengan volume panjangnya 36 kilometer.‬ Proses tender proyek ini ditangani pihak Satker PPK 12 Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) Wilayah II Sibolga. Pelaksana proyek oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.‬

‪Dalam designnya, badan jalan akan dibangun selebar 7,5 meter, dengan lebar bahu jalan bervariasi antara 1-2 meter pada sisi kanan dan kirinya. Dan khusus dari depan Pia Hotel Pandan hingga ke simpang Jalan Oswald Siahaan Pandan sepanjang 500 meter akan dibangun dengan dua jalur, dengan pulau pembatas di tengahnya selebar 0,5 meter. Sehingga lebar badan jalan pada tiap jalur nanti akan tetap 7,5 meter.‬

 

Editor: Mora