1 tahun lalu |14 Juni 2016 21:06 |732 Pembaca

Dinkes Periksa Takjil di Ramadhan Fair Sibolga

Foto: Petugas Dinkes Sibolga saat uji bahan sample dari sejumlah takjil yang dijual di Ramadhan Fair, Selasa (14/6). Raymon/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM  Tim Pengawasan Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan memeriksa aneka takjil yang dijual pedagang Ramadhan Fair Kota Sibolga di Jalan Thamrin, Kota Beringin, Selasa (14/6). Satu per satu penganan berbuka puasa yang dijajakan diperiksa, bahkan ada beberapa jenis yang sample-nya diuji klinis apakah mengandung zat berbahaya bagi kesehatan, seperti formalin, boraks ataupun zat pewarna.

Kabid Farmasi dan Alat Kesehatan Dinkes Sibolga, Firmansyah Hulu menyebutkan, pemeriksaan ini bertujuan agar pedagang paham apakah makanan atau  minuman yang dijualnya itu aman konsumsi atau ada yang mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan. Sebab memang tidak semua takjil tersebut dibuat sendiri oleh pedagangnya.

“Jadi pedagang bisa lebih selektif menerima makanan atau minuman yang dititipkan oleh pembuatnya. Dan bagi pedagang yang membuat sendiri takjilnya juga tahu bagaimana bahan-bahan yang berbahaya, agar tidak digunakan,” jelasnya.

Masih Firmansyah, dari hasil pengamatan tim, secara umum penganan jenis kue-kuean banyak mengandung zat pewarna, tapi masih tergolong aman untuk dikonsumsi. Dan hasil pemeriksaan terhadap jenis kue, gorengan dan minuman yang diambil sample-nya dinyatakan negatif dari kandungan bahan berbahaya dan layak dikonsumsi.

“Meski hasil pemeriksaan negatif, tapi kami akan terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan,” ujarnya seraya menyebutkan jika nanti ada pedagang yang diketahui menjual takjil mengandung bahan berbahaya, maka pihaknya akan melakukan investigasi dan pemeriksaan lebih mendalam.

Editor: Mora