1 tahun lalu |15 Juni 2016 08:02 |1796 Pembaca

Anggota TNI vs Petugas Bhabinkamtibmas Nyaris Adu Jotos di Rusunawa Sibolga

Foto: Suasana di areal Rusunawa Sibolga pasca keributan yang melibatkan oknum TNI dengan polisi, Selasa (14/6) sore. Raymon/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Masalah pendistribusian air bersih bagi penghuni Rusunawa Kota Sibolga kembali memicu keributan, Selasa (14/6) petang. Bahkan, keributan kali ini nyaris mempertontonkan perkelahian fisik antara seorang personel Polres Sibolga dengan seorang anggota TNI.

Personel polisinya bernama Aiptu Ayub Lubis, petugas Bhabinkamtibmas Kelurahan Aek Manis. Oknum TNI-nya tidak diketahui nama dan dari satuan mana, namun ada salah satu kerabatnya yang tinggal di Blok A rusunawa itu. Untung saja pertikaian antar kedua aparat penegak hukum itu tidak sampai berujung adu jotos. Emosi keduanya berhasil diredam oleh warga dan seorang anggota TNI dari Kodim 0211/TT yang juga petugas Babinsa kelurahan setempat.

Beberapa warga Blok A menyebutkan, pertikaian itu dipicu oleh pengakuan kerabat dari anggota TNI yang menyatakan telah menjadi korban penganiayaan oleh seorang warga lainnya yang juga penghuni rusunawa. Jadi si anggota TNI tersebut merasa keberatan.

“Yang mengadu tadi abang dari oknum TNI itu. Dia mengaku kalau dia telah dipukuli sama seseorang warga penghuni blok A, padahal sama sekali tidak ada dia dipukuli,” ujar Elfi, penghuni Blok A.

Elfi bersama penghuni Blok A lainnya menyebutkan kehadiran Aiptu Ayub Lubis sendiri lantaran rusunawa itu merupakan wilayah kelurahan binaannya selaku petugas bhabinkamtibmas. “Wajarlah kalau dia hadir di sini, karena sebelumnya tadi sempat ada keributan antar sesama kami,” ujar para penghuni.

Mereka menceritakan, anggota TNI itu tiba-tiba datang dengan gaya arogan dan langsung menarik kera baju Aiptu Ayub. Oknum TNI itu juga menantang mengajaknya berkelahi sembari memegang sebilah pisau. “Tentara macam apa pula itu, sudah seperti preman di terminal saja,” sebut mereka.

Untuk mencegah kericuhan meluas, anggota TNI arogan itu langsung dibawa ke luar kawasan rusunawa oleh seorang anggota TNI lainnya yang bertugas sebagai Babinsa di kelurahan itu.

Sementara itu, Hotman, warga penghuni Blok A yang katanya menganiaya kerabat dari oknum TNI tersebut membantah tudingan itu. Hotman mengaku ia hanya mempertanyakan kenapa selang air milik Damkar Sibolga bisa langsung mengalirkan air ke rumahnya di lantai II. Padahal penghuni Blok A lainnya di lantai dasar harus bersusah payah mengantri untuk memeroleh air bersih.

“Saya tidak ada memukul abangnya itu,” ujar Hotman.

Aiptu Ayub Lubis sendiri ketika dikonfirmasi perihal dirinya sempat diajak berkelahi dan diancam pakai pisau oleh anggota TNI itu menjelaskan bahwa permasalahan itu hanya karena salah paham.

“Saya sempat emosi juga karena gayanya yang tidak menghargai sesama petugas,” ungkapnya sembari mengatakan ia datang ke rusunawa saat itu karena ada laporan dari warga soal kericuhan masalah air bersih.

 

Editor: Mora