1 tahun lalu |15 Juni 2016 12:07 |904 Pembaca

Cuaca Belum Bersahabat, Nelayan Sibolga-Tapteng Menganggur‬

Foto: Kapal-kapal nelayan tradisional di Sibolga yang ditautkan di tepi, menunggu cuaca buruk mereda, Rabu (15/6). Harmen/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Sejumlah nelayan tradisional di wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) memilih menambatkan perahu mereka akibat cuaca di laut yang masih belum bersahabat.‬ Beberapa nelayan mengatakan angin kencang memicu gelombang tinggi, akibatnya hasil tangkapan minim.

Menganggurnya para ‘petarung samudera’ itu lantas mempengaruhi harga ikan di pasar umum. Bahkan harga bisa naik hingga 75 persen. Seperti saat ini harga ikan di pasar tradisional di kedua daerah itu melonjak antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogramnya.‬

‪”Kalau dipaksakan melaut dengan kondisi seperti itu, nyawa taruhannya, sementara tangkapan pun bakal susah, baik menganggur sajalah dulu,” ungkap Lio Panggabean nelayan penjaring ikan warga Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga‬, Rabu (15/6).

‪Sementara informasi diterima dari pihak BMKG Pinangsori, Tapanuli Tengah melalui petugas prakirawan Dewi Anastia Sidauruk menyebutkan, gelombang mencapai 3 meter cenderung masih melanda perairan pantai barat Sumatera Utara, disertai kecepatan angin yang mencapai 25 knot.‬

‪”Angin barat masih cukup kuat melewati wilayah Sumbagut. Gelombang lebih dari 2.0 meter hingga 3.0 meter dapat terjadi di perairan Kepulauan Nias, Samudera Hindia barat Kepulauan Nias. Angin di atas perairan Sumatera pada umumnya bertiup dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 2–25 knot,” sebut Dewi‬.

 

Editor: Mora