1 tahun lalu |16 Juni 2016 14:29 |836 Pembaca

Ekonomi Terpuruk, Pasar Murah ‘Diserbu’ Warga

Foto: Posko pasar murah di Kelurahan Pasar Belakang Sibolga yang 'diserbu' warga, Kamis (16/6). Raymon/ST
SIBOLGASUARATAPANULI.COM – Setiap gelaran pasar murah pasti ramai peminat. Para ibu-ibu, khususnya ekonomi lemah, mengakui pasar semi sosial dari pemerintah ini adalah penolong di tengah keterpurukan ekonomi, apalagi pada momentum hari-hari besar keagamaan.

“Uang belanja untuk kebutuhan rumahtangga kan bisa lebih hemat,” ucap Rina, ibu muda warga Kelurahan Pasar Belakang yang sudah mengantri dengan memegang kupon paket pasar murah yang digelar Pemko Sibolga di pelataran Masjid Agung, Kamis (16/6).

Ada ratusan ibu-ibu yang mengerumini posko pasar murah menjelang Idul Fitri itu. ‘Lumayan’, begitu kata yang terucap oleh hampir semua pemegang kupon yang sebelumnya sudah dibagikan. Mereka berdesakan untuk memeroleh paketan berisi masing-masing 2 kg gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, susu, mentega dan sirup, yang dibanderol seharga Rp112 ribu.

“Harganya memang jauh lebih murah dari harga di pasar umum. Lumayanlah Pak,” ucap salah satu dari ibu-ibu itu sambil menenteng kantongan plastik berisi paketan tersebut.

Pihak Disperidagkop Kota Sibolga selaku penyelenggara menyatakan, pasar murah ini untuk mengantisipasi kenaikkan harga sembako dan inflasi. Digelar bagi warga di 17 kelurahan yang ada, yang poskonya dipusatkan di 4 titik sesuai kecamatannya.

“Jumlah yang disiapkan sebanyak 4.473 paket sembako. Harganya disubsidi sebesar Rp3 ribu dari tiap kilogram jenis bahan yang disediakan. Kami juga melibatkan Bulog Sibolga untuk penyediaan komoditi beras, cabai merah dan bawang,” ujar Kabid Pasar Disperidagkop Budi Anto Siambaton di lokasi.

Editor: Mora