1 tahun lalu |16 Juni 2016 22:33 |766 Pembaca

31 RTLH di Pollung Terima BSPS, Jangan Diselewengkan!

Foto: Sosialisasi program BSPS di Pollung, Humbahas, Kamis (16/6). Oka/ST

HUMBAHAS, SUARATAPANULI.COM – Tahun ini ada 31 kepala keluarga warga Desa Pollung, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas mendapat bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Masing-masing unit mendapatkan dana sebesar Rp15 juta.

“Diharapkan kepada seluruh warha calon penerima bantuan dan pelaksana program ini agar benar-benar memperhatikan prosedurnya supaya tidak ada terjadi penyimpangan,” kata Kepala Desa setempat Trosky Banjarnahor, saat sosialisasi program itu di balai desa, Kamis (16/6).

Sosialisasi itu digelar oleh Dinas Tata Ruang Pemukiman daerah setempat dengan mengundang warga calon penerima. Hadir juga tim teknis dari instansi itu Canro Purba, Dina Simamora, Else Ambarita, dan Astrid Sinurat.

Pada kesempatan itu, Koordinator kegiatan Marco Simamora didampingi Fasilitator Donsco menjelaskan bantuan ini dipertanggungjawabkan oleh warga penerima. Dan diharapkan juga agar masyarakat lebih mengedepankan budaya gotongroyong dalam pelaksanaannya.

“Warga penerima membentuk kelompok-kelompok yang harus padu dalam membangun swadaya dan semangat kegotongroyongannya,” terang Marco Simamora.

Bantuan dana tersebut merupakan stimulan (perangsang,red), lalu dilaksanakan dengan bantuan swadaya dari para penerimanya. “Intinya, dalam pelaksanaannya masyarakat harus menyiapkan swadayanya, karena bantuan ini berbentuk barang,” tandas Marco lagi.

Sementara itu Fasilitator Densco menyampaikan, program ini lebih menekankan pada pemberdayaan masyarakat. Artinya masyarakat bisa mengidentifikasi untuk kebutuhannya sendiri. Dan sosialisasi ini memberi pemahaman dan tahapan prosedur penerima bantuan untuk menghindari terjadinya penyimpangan penggunaannya oleh si penerima, dan oleh pihak lain yang terlibat.

“Calon penerima nanti yang menginventarisir sendiri apa-apa saja yang dibutuhkan supaya rumahnya bisa layak huni. Lalu dilaporkan ke tim pendamping,” terangnya.

 

Editor: Mora