1 tahun lalu |20 Juni 2016 23:16 |1156 Pembaca

Pak Lurah Muncul, Eksekusi Tanah oleh PN Sibolga Ditunda

Foto: Suasana upaya eksekusi lahan di Sibuluan, Pandan, Tapanuli Tengah yang akhirnya ditunda, Senin (20/6). Raymon/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM -Eksekusi tanah seluas 8.000 m2 di Jalan Sutan Singendu Paruhum, Kelurahan Sibuluan Baru, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), akhirnya ditunda karena muncul ‘bantahan’ dari lurah setempat, Dani Sembiring, Senin (20/6). Menurut Lurah, lokasi tanah kosong objek sengketa itu salah alamat.

Saat sejumlah petugas eksekusi dari Pengadilan Negeri (PN) Sibolga membongkar pagar seng yang memagari lahan itu, Lurah Dani Sembiring kemudian muncul dan menyampaikan klarifikasi.

“Kami minta agar eksekusi lahan ini untuk ditinjau kembali. Karena hasil koordinasi kami bahwa lahan ini salah alamat akibat perubahan nama jalan dan nama wilayah kelurahan. Kami nyatakan ini atas dasar peraturan yang ada,” kata Lurah Dani Sembiring dengan menggunakan alat pengeras suara.

Kontan saja, aksi Pak Lurah itu menghentikan jalannya eksekusi, dan disambut gembira oleh pihak keluarga tergugat Lamsari Br Panggabean yang bersengketa dengan penggugat/pemohon Sopiar Jambak.

Sebelum Lurah datang, upaya eksekusi itu pun telah diwarnai kericuhan dan aksi penolakan dari pihak tergugat. Aksi itu sempat membuat aparat gabungan dari Polri dan TNI yang dikerahkan kewalahan mengamankan situasi yang justru kian ‘memanas’.

Pengacara pihak tergugat, Linggar Affriandi SH, juga sempat berdebat alot dengan petugas juru sita. Dalam argumentasinya, Linggar juga menyebutkan kalau eksekusi ini salah alamat dan tidak pantas untuk dilaksanakan secara hukum. Sebab objek eksekusi masih milik tergugat dan telah berkekuatan hukum.
“Tergugat memiliki sertifikat BPN (Badan Pertanahan Negara), kenapa dieksekusi lahannya,” tegas Linggar.

Tak lama kemudian, upaya eksekusi diputuskan dihentikan. Petugas juru sita dari PN Sibolga memilih meninggalkan lokasi. Disebutkan bahwa eksekusi ditunda karena kondisi di lokasi tidak terkendali.

“Situasi tidak kondusif makanya eksekusi kami hentikan untuk sementara waktu. Kami akan menjadwal ulang pelaksanaan eksekusi,” ujar E Siahaan, petugas juru sitanya.

 

Editor: Mora