1 tahun lalu |23 Juni 2016 13:08 |880 Pembaca

Mau Mancing, Perahu Rombongan Pendeta Tenggelam Dihantam Badai di Nias

Foto: Pdt Budieli Hia (kanan) dan Brigadir Sopani Daely (kiri) saat di rumah warga di Pulau Asu. Foto Dok Polres Nias/ST

NIAS BARAT, SUARATAPANULI.COM – Perahu┬ábermotor yang ditumpangi 3 pendeta dan 2 awaknya dikabarkan tenggelam di sekitar perairan Pulau Hinako-Pulau Bogi, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, Rabu (22/6/2016) sekira pukul 16.00 WIB. Tadinya mereka berangkat dari Dermaga Hinako untuk memancing di perairan Pulau Bogi.

Informasi yang diperoleh,
kelimanya yakni Pdt Budeili Hia, Pdt Saron Marundruri, Pdt Herman Baeha (juga Anggota DPRD Nias Utara), dan awak perahu Syahnan Marundruri dan Jimmy.

“Menurut percakapan saya dengan Pdt Budieli Hia pada Kamis (23/6) pagi, lima menit setelah mereka berangkat dari Dermaga Hinako, tiba-tiba angin kencang datang. Perahu mereka kemudian terbalik dan tenggelam,” sebut Kapolres Nias AKBP Bazawato Zebua melalui Ps Paur Humasnya Aiptu O Daeli dalam siaran persnya, Kamis (23/6).

Setelah kapal terbalik, sambung Aiptu O Daeli, mereka masih sempat bersepakat untuk berenang bersama-sama ke ke Pulau Bogi, karena memang arah angin ke sana. Mereka mencoba berenang dengan menggunakan papan dan jerigen dari perahu yang mereka tumpangi. Namun akibat hantaman ombak, mereka terpisah.

“Pdt Budieli Hia mengatakan, dengan sekuat tenaganya ia berenang dan akhirnya terdampar ke Pulau Asu pada Kamis (23/6) dini hari sekira pukul 03.00 WIB. Atau setelah 11 jam terombang ambing di laut,” ucapnya.

Sementara itu informasi lain menyebutkan Syahnan Marundruri dan Jimmy selamat dan terdampar di Pulau Bogi. Sedangkan Pdt Herman Baeha dan Pdt Soroziduhu Marundruri belum diketahui keberadaannya dan masih dalam pencarian tim SAR Gabungan.

“Bapak Kapolres Nias, bersama tim SAR Gabungan Pos Basarnas, Polri, TNI, BPBD, dan warga masih melakukan pencarian korban,” tutup Aiptu O Daeli. (ril/tim)

Editor: Mora