1 tahun lalu |26 Juni 2016 22:37 |728 Pembaca

Janda Muda asal Riau Gagal Culik Bayi di Tapteng

‬Foto: Emilia Agustina Hutapea (tengah) saat diamankan di Mapolres Tapteng, diapit oleh Paur Subbag Humas Aiptu Azrai Siahaan dan petugas polwan, kemarin. Dok/ST

‪TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Emilia Agustina Br Hutapea (26) tak berkutik saat bus penumpang yang ditumpanginya untuk kabur dihadang polisi di Jalinsum Padangsidimpuan, Muara Nibung, Kelurahan Hajoran, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng). Bersama janda asal Provinsi Riau itu, petugas Sat Reskrim Polres Tapteng dan Polsek Pandan langsung mengamankan Ripaldo Simamora, bayi berusia 2 bulan asal Lingkungan II, Kelurahan Tapian Nauli II, Kecamatan Tapian Nauli yang diculiknya.

“Aksi penculikan bayi itu dilaporkan keluarganya, petugas langsung berkoordinasi dan pelaku (EAH), serta bayi yang diculiknya berhasil diamankan di Hajoran,” kata Kapolres Tapteng AKBP Hari Setyo Budi melalui Paur Subbag Humas Aiptu Azrai Siahaan, kemarin.

Bayi itu sendiri merupakan putra dari Masriati Br Sitorus. Aksi penculikan itu bermula saat EAH datang ke rumah kerabatnya di Tapian Nauli, Oppung Hemmudia Br Tarihoran. EAH pun ikut bersama Oppung Hemmudia Br Tarihoran saat berkunjung ke kediaman Desita Br Sitorus. Di rumah itulah EAH bertemu dan berkenalan dengan ibu bayi itu Masriati Br Sitorus, yang juga masih kakak dari Desita Br Sitorus.

“Saat di rumah itu pertama sekali pelaku melihat bayi itu digendong oleh ibunya. Saat itu juga pelaku mengaku tersentak untuk menggendong anak itu. Namun diakuinya karena kerinduan untuk menimang anak itu, timbul niatnya untuk membawa anak itu ke Kerinci, Provinsi Riau. Katanya untuk dijadikan anaknya,” terang Aiptu Azrai Siahaan.

Menurut pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, niatnya membawa lari anak itu bukan untuk diperdagangkan atau diberikan kepada orang lain, tapi untuk diasuhnya sendiri, sebagaimana anak sendiri.

“Tersangka mengaku ia pernah 2 kali melahirkan anak dari hasil perkawinannya dengan suaminya yang berinisial HT yang tinggal di Kerinci pada tahun 2012 lalu. Anak pertama mereka meninggal dunia saat lahir. Kemudian anak keduanya juga keguguran saat masih 5 bulan kandungan. Makanya tersangka suka dan ingin sekali punya anak bayi. Sebab sejak 2014 sampai saat ini ia telah ditinggal pergi oleh suaminya,” papar Siahaan.

Namun nasi sudah menjadi bubur. Apapun alasannya, perbuatan janda muda itu tetap saja melanggar hukum. Apalagi pihak keluarga si bayi keberatan dan telah membuat laporan pengaduan.

“Kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku, serta barang bukti telah diamankan. Tersangka diganjar dengan Pasal 328 dari KUHPidana dan Pasal 83 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman selama 15 tahun penjara,” pungkas Aiptu Azrai Siahaan.
Editor: Mora