1 tahun lalu |29 Juni 2016 19:30 |1114 Pembaca

Truk “Monster” Masih Tetap Beroperasi

Foto: Aktifitas di pangkalan/gudang bongkar muat truk ekspedisi over tonase di Jalan S Parman, Kota Beringin, Kota Sibolga, Rabu (29/8) petang. Marihot Simamora/ST
SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Meski baru semalam kejadian 3 orang pengendara sepedamotor tertimpa, truk ekspedisi barang dari Kota Sibolga tujuan Gunungsitoli-Nias yang over tonase masih tetap beroperasi seperti biasanya. Rupanya, peristiwa yang membuat seorang ibu bersama dua anaknya yang masih remaja dan bocah itu tak membuat kapok pengusahanya.

Seperti amatan SuaraTapanuli.Com di pangkalan dan gudang bongkar muat truk-truk “monster” ini di Jalan S Parman, Kota Beringin, Rabu (29/6) petang. Aktifitas bermuat barang ke dalam bak truk kelas 120 PS yang dimodifikasi hingga mampu membawa muatan sekelas truk tronton 220 PS itu tak terusik sama sekali.
Beberapa unit truk tampak sudah siap menunggu berangkat ke Pelabuhan ASP Sibolga di Jalan KH Ahmad Dahlan, Aek Manis, untuk naik ke kapal PT ASDP Ferry Indonesia, kemudian menyeberang ke Pelabuhan Kota Gunungsitoli. Begitu sirene tanda berbuka puasa berdengung, sekira  pukul 18.45 WIB, truk-truk itu bergerak melintasi jalan kota menuju pelabuhan.

“Gak ada kapoknya pengusaha truk-truk over tonase ini memang. Baru semalam kejadian ada 3 pengendara yang tertimpa, hari ini mereka beroperasi seperti biasa juga,” ujar Parlindo Hutahaen (35), warga Kota Sibolga.

Parlindo pun heran, mengapa instansi pemerintah daerah terkait beserta pejabatnya, maupun pihak penegak hukum, bisa dibuat tak berdaya menertibkan keberadaan truk-truk yang menakutkan bagi pengguna jalan lainnya itu.

“Gak ngerti kita, pemerintah daerah dimana, penegak hukum dimana. Kok dari dulu truk-truk reot yang over tonase seperti ini bisa bebas beroperasi di dalam kota. Memang negara kita ini aneh!,” kilahnya.

Menurutnya lagi, kejadian semalam belum membuat pengusaha kapok dan instansi terkait dan berwenang bertindak tegas karena ketiga korban itu masih hidup. “Iya, ini kayaknya nunggu ada korban jiwa, pengendara yang tertimpa dan mati di tempatn barulah ada tindakan. Saya menduga ada oknum-oknum yang bermain curang makanya masalah truk-truk ‘predator’ ini bisa aman-aman saja,” papar Parlindo lagi.

Seperti dikabarkan sebelumnya seunit truk jenis Mitsubishi Cold Diesel yang over tonase terbalik dan menimpa 3 pengendara sepedamotor di Jalan Suprapto, tepatnya di depan SMA Negeri 3 Sibolga, Selasa (28/6) sekira pukul 19.30 WIB. Ketiga korban masih satu keluarga, terdiri dari ibu dan dua anaknya. Di antaranya Risma Hutabarat (40), Yoga (18), dan Alpian (3). Mereka warga Gang Sepucuk, Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga.
Saat itu ketiganya mengendarai sepedamotor jenis Honda Vario bernomor polisi BB 3967 NK yang dikemudikan oleh Yoga. Sementara itu, truk melaju dari arah perempatan lampu merah eks Bioskop Tagor menuju Pelabuhan ASP Sibolga.

Setibanya di lokasi, truk berplat polisi (hitam) BB 8712 LN itu sempat mengambil jalur kanan, karena di jalur kiri yang seharusnya terdapat lubang. Sementara sepedamotor itu datang dari arah berlawanan yang menjadi sejalur dengan truk itu. Saat sepedamotor itu tepat melintas dari samping, truk oleng lalu terbalik ke sisi kanannya dan menimpa sepedamotor tersebut. Ketiga korban tertimpa barang-barang muatan pada bagian belakang truk.

Ketiga korban dilarikan ke IGD RS Metta Medika Sibolga. Korban Risma mengalami luka memar dan patah tulang serius pada sekujur tubuhnya. Ia tampak diinfus dan diberi bantuan oksigen untuk pernafasannya. Sedangkan anaknya yang masih bocah Alpian mengalami sejumlah luka memar pada wajah dan tubuhnya. Sementara korban Yoga tak begitu parah.

Selain menimpa pesepedamotor, muatan truk juga merubuhkan pagar beton dan besi pembatas kompleks Makorem 023/KS. Beberapa sumber menyebutkan, truk ekspedisi itu milik seorang pengusaha warga Kota Sibolga bermarga Zega. Kasus ini tengah ditangani Polres Sibolga, dimana sopir truk ditahan dan truknya diamankan.

Editor: Mora