1 tahun lalu |30 Juni 2016 20:15 |785 Pembaca

Truk “Monster” Dikawal OKP?

Foto: Iringan truk over tonase saat melintas dari Simpang Lima Sibolga, Kamis (30/6) malam sekira pukul 19.30 WIB tadi. Marihot Simamora/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM¬†– Meski¬†telah menuai kecaman dan protes pasca peristiwa kecelakaan di Jln Suprapto Sibolga kemarin malam, truk-truk ekspedisi over tonase Sibolga-Gunungsotoli masih saja tetap beroperasi. Bahkan terpantau Kamis (30/6) malam, truk-truk “monster” itu melintas dari Jalan S Parman Kota Baringin ke Pelabuhan ASP Jalan KH Ahmad Dahlan Aek Manis, dengan dikawal oleh beberapa orang sipil yang disinyalir anggota salah satu organisasi kepemudaan (OKP).

Tepat sekira pukul 19.30 WIB, iring-iringan truk itu tiba di Simpang Lima Jalan Horas. Seketika arus lalulintas di perlimaan teramai di Kota Sibolga itu pun tersendat sejenak. Sebelumnya beberapa orang “pengawal” yang sudah lebih dulu standby menunggu di persimpangan tepat di depan sebuah Pos Satlantas Polres Sibolga itu langsung bergegas mengamankan lalulintas saat truk-truk yang sudah kondisi reot itu melintas masuk ke Jalan KH Ahmad Dahlan. Beberapa orang lagi yang bersepedamotor yang tadinya seiring dengan deretan truk tersebut juga bergegas mengatur lalu lintas di persimpangan itu.

“Haha… hebat juga di Sibolga ini, anggota OKP (disinyalir,red) bisa jadi polisi lalulintas, di depan pos polisi pula, mana polisi sama petugas dinas perhubungannya,” ujar salah seorang pria paruh baya yang menyaksikan aksi “pengawalan” truk tersebut.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Sibolga Jamil Zeb Tumori menyatakan sudah berkoordinasi dengan pihak Polres Sibolga pasca peristiwa kecelakaan truk ekspedisi over muatan itu kemarin. Diinfokannya, mungkin pada Sabtu (2/7) lusa, pihak kepolisian akan menggelar pertemuan bersama pihak-pihak terkait guna membahas masalah ini.

“Ya, Sabtu ada pertemuan, yang mengadakan Satlantas Polres Sibolga. Kita akan cari solusinya,” ucap Jamil.

Jamil pun merasa prihatin dan menyatakan sudah saatnya momok truk “monster” di Kota Berbilang Kaum ini ditertibkan. “Sudah waktunya. Kita harus hargai dan hormati juga pengguna jalan yang lain. Truk-truk seperti itu jangan lagi,” ucapnya.

 
Editor: Raymon