1 tahun lalu |2 Juli 2016 09:19 |783 Pembaca

Dinkes Taput Sidak Apotik dan Klinik

Foto: Tim Sidak Dinkes Taput saat memeriksa sejumlah vaksin di apotek dan klinik. Buea/ST
TAPUT, SUARATAPANULI.COM – ‪Dinas Kesehatan Tapanuli Utara melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah apotik dan klinik yang ada di daerah itu, Jumat (1/7). Sidak dilakukan demi mencegah peredaran vaksin palsu.
‪”Sidak ini untuk memeriksa apakah vaksin palsu yang sedang hangat sekarang itu juga ditemukan atau tidak. Bila itu ada ditemukan, sangat disesalkan, bayi dan anak-anak akan jd korban,” terang Kepala Dinas Kesehatan Taput dr Janri Aoyegie Nababan kepada awak media.‬

‪Disebut Janri, demi memaksimalkan hasil, sidak akan dilakukan secara bertahap dengan sistem acak di seluruh sarana layanan kesehatan. Termasuk juga di RSUD Tarutung dan puskesmas yang ada, hingga terhadap sistem pendistribusian dan pelaksanaannya di posyandu.

Hasil sidak hari pertama yang dilakukan di Klinik Sasmito, Klinik Santa Lusia, Apotik Kurnia Farma dan Apotik Marpahala, tidak menemukan vaksin palsu.‬ Namun para apoteker tetap dimbau dapat bekerjasama memberantas vaksin palsu dengan melaporkannya bila ada kemasan vaksin yang diragukan keasliannya.

“Dari kemasan kita bisa membedakan asli atau palsu.  Jika kemasan huruf dan tulisan kabur atau tidak terang bisa mengarah ke vaksin palsu, sebab vaksin asli terang tulisannya,” ungkap Janri.

Sidak ini juga salah satu bentuk sosialisasi kepada klinik dan apotik. Tim sidak sendiri dipimpin oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Risma Panjaitan, Kepala Seksi Kefarmasian dan Alat Kesehatan POM Andi Lumbantobing dan dan  Kepala Seksi Pengendalian Pemberantasan Penyakit Arisonang Hutagalung.

 

Editor: Mora