1 tahun lalu |4 Juli 2016 17:58 |1075 Pembaca

Kasus Ijazah, Syarfi Hutauruk Diperiksa Ulang

Ilustrasi. Int
SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Penyidik Polres Sibolga memeriksa ulang Syarfi Hutauruk terkait penggunaan Surat Keterangan Penganti Ijazah yang digunakan saat mendaftar ke KPUD setempat sebagai calon Walikota pada periode pertamanya, 2010-2015 lalu. Syarfi datang sendirian tanpa didampingi pengacaranya, dengan mengendarai mobil Kijang Innova warna hitam ke Mapolres Jln Dr FL Tobing, Senin (4/7) siang.

“Saya diperiksa ulang kasus ijazah palsu yang dituduhkan kepada saya, ijazah asli sudah saya berikan ke pihak penyidik,” kata Syarfi saat ditemui wartawan usai menjalani pemeriksaan sekitar 3 jam tersebut.

Dikatakannya lagi, beberapa kakak kelas dan teman sekelasnya dulu pun sudah diperiksa ulang sebelumnya. “Kami diperiksa ulang sesuai putusan sidang prapidana PN Sibolga,” tutur Syarfi.

Pertanyaan apa saja yang disampaikan penyidik, Syarfi menjawab ada yang serupa dengan pertanyaan sebelumnya, dan ada juga pertanyaan baru yang berbeda. “Yang ditanya itu juga, ada juga yang lain. Tanya aja sama penyidiknya,” tuturnya.

Seperti diketahui, saat mendaftar menjadi calon Walikota Sibolga untuk periode 2010-2015, mantan Anggota DPR RI itu tidak menggunakan ijazah SD-nya yang asli, melainkan Surat Keterangan Penganti Ijazah. Alasannya, ijazah aslinya sudah rusak.

Nah, surat keterangan itu yang kemudian dilaporkan oleh Peniel Simon Baryona Pane SH alias Gondrong ke  pada tahun 2013 ke Poldasu, tepatnya dengan Nomor: LP/385/IV/2013/SPKT I tanggal 15 April 2013. Tapi saat proses pemeriksaan sedang berjalan, Syarfi Hutauruk lantas menyampaikan ijazah aslinya yang tidak rusak, dengan dalih telah ditemukan kembali. Alhasil penyidik kemudian menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus tersebut.

SP3 yang dikeluarkan polisi itu kemudian dipra peradilankan ke PN Sibolga. Putusan Hakim Nomor: 01/Pra.Pid/2/2016/PN-SBG tanggal 23 Februari 2016 itu memerintahkan termohon (Polri/Poldasu/Polres Sibolga) agar segera melanjutkan kembali penyidikan kasus itu. Dugaan tindak pidana menggunakan ijazah palsu ini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 ayat 1 dan ayat 2 KUHPidana.

 

Editor: Mora