2 tahun lalu |27 Maret 2016 17:37 |1838 Pembaca

Komunitas Skateboard Sibolga Tapteng

Foto: Komunitas Skateboard bdnk/st

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM- Di Sibolga rupanya ada sebuah komunitas para skateboarders yang terbentuk sejak 2002 lalu. Adalah SISTEC (Sibolga Skateboard Community) namanya. Meski anggotanya tak lebih dari 20 orang, tapi mereka tetap konsisten hingga saat ini.

“SISTEC terus aktif sejak dibentuk 14 tahun lalu. Ide pembentukannya muncul setelah beberapa teman pehobi skateboard ini sering bertemu, latihan main bersama,” ucap ketuanya Parto Efendi di arena Sibuluan Mango Skate Park, di Jalan Sipansihaporas, Simpang Pasar Sibuluan, Kecamatan Pandan, Tapteng.

Foto: Skateboarders SISTEC beraksi di arena Sibuluan Mango Skate Park. Foto: Skateboarders SISTEC beraksi di arena Sibuluan Mango Skate Park.

Di arena skating seluas sekitar 100 meter persegi itulah Parto dan kawan-kawan sekomunitas kerap bermain dan berlatih. Usia para anggota bervariasi antara 15-35 tahun. Biasanya mereka main pada hari Sabtu dan Minggu.

Budi, salah satu rekan Parto menyebutkan umumnya mereka belajar skill dasar atau disebut ‘ollie’ secara otodidak. Saling bertukar skill saat main bersama. Untuk skill yang lebih tinggi selanjutnya seperti ‘kick flip’, ‘board slide’, ‘nose slide’, dan lainnya, mereka pelajari dari majalah atau pun dengan menyaksikan vidio dari ‘Youtube’.

“Rata-rata kami belajar otodidak. Belajar trik atau skill dari buku atau nonton di Youtube,” kata Budi.

Parto menambahkan, Sibuluan Mango Skate Park mereka bangun pada 2013. Biayanya patungan, dan pengerjaannya melibatkan para member komunitas. “Sebelum ada arena ini, kami biasa main di jalanan. Arena ini memang sengaja kami bangun atas gagasan kami sendiri,” tukasnya.

Foto: Skateboarders SISTEC beraksi di arena Sibuluan Mango Skate Park. Foto: Skateboarders SISTEC beraksi di arena Sibuluan Mango Skate Park.

Ditanya soal prestasi, Parto mengakui anak-anak SISTEC belum dapat banyak bicara. Memang sudah beberapa kali ikut lomba di luar daerah, namun pemain mereka belum ada yang mampu menyabet gelar juara. “Ada pemain dari daerah kita ini yang pernah ikut lomba di Padang Sumatera Barat pada tahun 2004, tapi sayangnya masih bisa masuk sebagai finalis. Lalu di Pematangsiantar pada 2014, tapi belum dapat juara. Dan di daerah lainnya,” ujar Parto.

Sambil sebagai wadah mengasah kemampuan berolahraga extrim itu, komunitas ini juga mereka manfaatkan untuk beraksi sosial.
“Setiap peringatan ‘Skate Day’ atau hari skateboard sedunia pada tanggal 21 Juni, kami melakukan aksi sosial membantu sesama yang membutuhkan, ataupun silaturahmi ke sesama komunitas skateboard di daerah lain,” tandas Parto lagi.

“Ketimbang tawuran atau terjerumus jadi pecandu narkoba, tentunya jauh lebih positif menyalurkan hobi sambil berolahraga skateboard”

Menurutnya, olahraga ini sangat cocok bagi anak-anak muda. Selain memicu adrenalin, dituntut latihan yang tekun serta mental yang kuat. “Ketimbang tawuran atau terjerumus jadi pecandu narkoba, tentunya jauh lebih positif menyalurkan hobi sambil berolahraga skateboard. Mudah-mudahan bisa mahir dan dapat mencetak prestasi,” katanya.

Parto menyatakan SISTEC terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung. Apalagi, kata Parto, bibit muda atau skateboarders berbakat di Sibolga sekitarnya masih terbilang minim. “Kalau berminat, silahkan datang ke arena yang ada di Sibuluan. Kami dengan senang hati menerima. Nanti akan diajari teman-teman secara gratis. Disarankan memang memiliki papan skateboard sendiri yang bisa dibeli seharganya Rp1 juta-Rp2 juta per unit,” pungkas Parto.

Editor: Ray T