1 tahun lalu |14 Juli 2016 17:19 |961 Pembaca

Pelayanan Puskesmas Pelabuhan Sambas Sibolga Bikin Facebookers Geram

Foto: Screenshot status akun facebooker yang menyatakan kecewa atas pelayanan Puskesmas Pelabuhan Sambas, Kota Sibolga. Dok/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Salah seorang facebookers, Karolina Simatupang, melampiaskan emosi dan rasa kecewanya atas pelayanan di Puskesmas Pelabuhan Sambas, Kota Sibolga. Bahkan wanita ini menuliskan bahwa datang ke puskesmas itu bukannya sembuh, tapi malah membuat tambah sakit.

Pagi2 sudah dibuat emosi saat berkunjung ke Puskesmas Pelabuhan Sambas. ‪Benar2 tidak ada keramahan sama sekali. Baru digertak mau dilaporkan ke tingkat daerah az dah kebakaran jenggot gitu. Gimana klu sy langsuNg lapor ke tingkat pusat ya????

‪Jngan hnya kami para guru az yg asyik dilaporkan atas sikap n tindakan yg mungkin ada kurang na, tetapi para pelayan masyakarat yg lainnya jika kurang pas jg perlu dilaporkan.” Begitu ditulis Karolina Simatupang di dinding facebook-nya pada Rabu, 13 Juli 2016, sekira pukul 10.29 WIB.

Belum puas, perempuan muda yang mungkin berprofesi sebagai seorang guru itu menulis alinea berikutnya dengan kalimat; “Pergi ke puskesmas bukan na tambah sembuh, malah tambah sakit na. Baru jadi PeEnEs az dah sombong. Ke laut az petugas medis kayak dirimu.”

Sontak status itu menuai banyak komentar dari facebookers. Ada yang bereaksi dengan ‘mengompori’ atau ikut menyatakan rasa geramnya, ada yang menuliskan agar dimaklumi saja, dan ada yang menyatakan pernah mengalami hal serupa.

Siapa namanya say? Pindahkan saja askesnya ke puskesmas kami…
Ntar ku sampaikan ke humas dinkes ya say…” tulis Yanthy Hutabarat, salah satu teman yang mengomentari status itu.

Namun sayang, Karolina Simatupang tidak menuliskan identitas tenaga medis puskemas yang dimaksudnya itu, juga perihal penyakit  apa yang dideritanya saat berobat ke puskesmas milik pemerintah itu.

Terpisah, Evalin Batubara (32) warga Kota Sibolga, menyebutkan sangat disayangkan jika apa ygg ditulis oleh salah satu facebookers itu benar adanya. Menurutnya masalah pelayanan puskesmas harus menjadi atensi serius dari instansi pemerintah daerah terkait.

“Tidak ada yang salah jika sesesorang meluapkan rasa kecewanya atas pelayanan publik oleh instansi pemerintah. Yang perlu disikapi adalah apa yang menjadi keluhannya untuk kemudian dilakukan pembenahan yang lebih baik. Itu buat pimpinan di unit tersebut, atau juga masukan kepada Dinas Kesehatan Kota Sibolga. Jangan menambah citra buruk pelayanan unit kesehatan ‘plat merah’,” ucap Evalin kepada SuaraTapanuli.Com, Kamis (14/7/2016).

Editor: Raymon