1 tahun lalu |15 Juli 2016 13:10 |1109 Pembaca

Syarfi Hutauruk dan Kejatisu Saling Sangkal Soal Pemanggilan, Siapa yang Betul?

Foto: Kasi Penkum Kejatisu Bobbi Sandri. Dok Ist/ST
SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Pemangilan Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk oleh penyidik Kejatisu terkait kasus dugaan korupsi pembelian lahan rusunawa menjadi kontroversi. Semalam, Syarfi menggelar konferensi pers menyatakan bahwa ia tidak pernah dipanggil atau pun menerima surat pemanggilannya. Tapi pihak Kejatisu menyangkalnya dan menyatakan bahwa mereka punya bukti pengiriman surat panggilan kepada sang Walikota tersebut.

“Kami sudah buat panggilan, kami punya bukti penerimaan dan pengiriman, baik melalui pos. Jadi panggilan itu ada, bukan tidak ada dipanggil. Tapi mana tahu kita, mau dia bilang tidak ada atau tidak tahu, tapi sama kami ada (bukti) semua,” ujar Kasi Penkum Kejatisu Bobbi Sandri, saat dihubungi SuaraTapanuli.Com, Jumat (15/7/2016).

Bobbi menjelaskan, surat panggilan itu ditujukan kepada Syarfi Hutauruk sebagai Walikota Sibolga. Suratnya dikirim ke rumah dinas dan juga ke kantor walikota. “(Dikirim) Ke rumah dan ada juga ke kantor walikotanya. Kalau masalah di sana dia terima atau tidak, kita mana bisa pastikan kan, mungkin dicuri sama pembantunya, yang penting itu sudah kita kirim selayaknya seseorang dipangggil,” timpal Bobbi.

Menurut Bobbi, tidak masuk akal jika Syarfi Hutauruk tidak tahu perihal pemanggilannya tersebut. Sebab sebelumnya berita perihal pemanggilannya itu sudah ramai dimuat di media. “Tidak mungkin tidak tahu, beritanya sudah muncul kok. Logika saja, kalau dia tidak tahu kan bisa dihubungi ke sini,” ucap Bobbi.

Panggilan Ketiga untuk Pemeriksaan Pekan Depan

Selain menyangkal pernyataan Syarfi Hutauruk itu, Kasi Penkum Kejatisu Bobbi Sandri juga menegaskan bahwa surat panggilan ketiga untuk pemeriksaan yang dijadwalkan pekan depan pun sudah dikirimkan pihaknya.

“Sekarang sudah (panggilan) ketiga, untuk minggu depan (untuk pemeriksaan). Dia sebagai saksi,” kata Bobbi seraya menyatakan tidak bisa menginfokan kapan hari tepatnya pemeriksaan Syarfi Hutauruk pekan depan tersebut.

Foto: Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk. Dok IST/ST Foto: Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk. Dok IST/ST

 

Sebelumnya, saat konferensi pers di kantornya pada Kamis (14/7/2016), Syarfi Hutauruk menyatakan dirinya tidak pernah menerima surat panggilan dari Kejatisu, baik pertama, kedua, bahkan ketiga, baik itu yang katanya dikirim ke kantornya, ke sekretariat daerah maupun ke unit kerja sekretariat bagian umum.

Namun Syarfi juga menyatakan tidak ingin mengelak dari prosedur hukum tersebut. Dimana sebagai warga negara yang baik, dirinya siap untuk menghadiri panggilan tersebut jika benar kelak ada pemanggilan baginya.

Seperti dikabarkan, kasus dugaan mark up pembelian lahan Rusunawa Sibolga dari APBD TA 2012 senilai Rp6,8 miliar itu sudah menjerat dua tersangka masuk ke sel Lapas Tanjung Gusta Medan, yakni Adely Lis alias Juli, seorang pengusaha yang merupakan penjual lahan, dan Januar Effendi Siregar (JES) sebagai Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Kota Sibolga saat itu.

 

Editor: Raymon