1 tahun lalu |15 Juli 2016 14:35 |1172 Pembaca

Kejatisu Jadwalkan Pemeriksaan Syarfi Hutauruk, Pekan Depan

Foto: Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk. Dok Ist/ST
SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Terlepas dari kontroversi soal sampai tidaknya surat pemanggilan pemeriksaan Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan rusunawa, penyidik Kejatisu sudah menjadwalkan kembali pemanggilan ketiga pada pekan depan. Dalam kasus dugaan korupsi mark up senilai Rp5,3 miliar itu, Syarfi Hutauruk akan dimintai keterangan sebagai saksi.

“Sekarang sudah panggilan ketiga, untuk (pemeriksaan) minggu depan. Dia sebagai saksi,” kata Kasi Penkum Kejatisu Bobbi Sandri yang dihubungi SuaraTapanuli.Com, Jumat (15/7/2016).

Sayangnya, Bobbi tidak bersedia membocorkan hari apa tepatnya pemeriksaan pekan depan itu. “Oh, itu tidak bisa,” timpal Bobbi.

Sebelumnya, saat konferensi pers di kantornya pada Kamis (14/7/2016), Syarfi Hutauruk menyatakan dirinya tidak pernah menerima surat panggilan dari Kejatisu, baik pertama, kedua, dan ketiga, baik itu yang katanya dikirim ke kantornya, ke sekretariat daerah, maupun ke unit kerja sekretariat bagian umum.

Namun Syarfi menyatakan tidak akan mengelak dari prosedur hukum tersebut. Dimana sebagai warga negara yang baik, ia siap menghadiri panggilan tersebut jika surat resminya diterimanya.

Sementara itu, kasus pembelian lahan Rusunawa Sibolga dari APBD TA 2012 senilai Rp6,8 miliar itu sudah menjerat dua tersangka, yakni Adely Lis alias Juli, seorang pengusaha, selaku penjual lahan, dan Januar Effendi Siregar (JES) selaku Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Kota Sibolga saat itu. Keduanya kini tengah mendekam di Lapas Tanjung Gusta Medan.

 

Editor: Raymon