1 tahun lalu |18 Juli 2016 16:21 |1713 Pembaca

Tantang Temannya Duel, Pria Ini Tewas Ditusuk Ekor Pari dan Gunting

Foto: Ilustrasi senjata ekor ikan pari. Int

GUNUNGSITOLI, SUARATAPANULI.COM – Emosi ANB alias Ama Karlos (28) berujung maut terhadap temannya sendiri YFZ alias Ama Teguh (33). Tapi dasar Ama Teguh yang kreak menghina dan menantang berduel, lalu ia tewas ditikam pakai “tuo woi” atau ekor ikan pari dan sebuah gunting.

Peristiwa itu terjadi di Dusun I Desa Loloana’a Lolomoyo Kecamatan, Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, Sumut, Minggu (17/7/2016) sore. Keduanya sama-sama warga desa tersebut. Perkelahian mereka cukup seru hingga sempat menjadi tontonan warga sekitar. Keduanya bergelut dari depan rumah Ama Karlos hingga ke jalan raya.

Kepada penyidik Satreskrim Polres Nias Utara dan Ps Paur Humas Polres Nias Aiptu O Daeli, pelaku mengakui perbuatannya. Sesuai pengakuannya, pelaku menceritakannya, bahwa awalnya Ama Karlos sedang minum tuak mentah (minuman tradisional) di warung milik Ama Ote Harefa, sekitar pukul 10.00 WIB hari itu. Sekira pukul 14.00 WIB, Ama Teguh datang ke warung itu dan bergabung minum bersama Ama Karlos yang merupakan temannya.

Korban kemudian meminta Ama Karlos membelikan “tuo nifaro”, tuak tradisional hasil sulingan nira. Sambil minum, mereka sempat bercerita-cerita dan saling becanda selayaknya yang bersahabat. Namun kemudian keduanya saling cek-cok, bahkan Ama Teguh menantang pelaku untuk berduel.

“Kalau kita berkelahi, kamu takkan bisa melawan saya, dan bukan tolak ukur berbadan kekar,” kata Ama Karlos menirukan perkataan korban saat mereka terlibat cek-cok saat itu.

Sambil mengucapkan itu, korban menepuk-nepuk pundak pelaku. “Lalu saya bilang mengapa hal tersebut yang dibicarakan. Kemudian dia (korban) bilang itulah yang aku katakan kepadamu,” aku Ama Karlos.

Perkataan tersebut rupanya membuat pelaku tersinggung. Ama Karlos kemudian mengambil tuak yang ada di gelasnya dan menyiramkannya ke wajah korban.

Keributan saat itu sebenarnya masih bisa diredakan. Kemudian Ama Karlos pulang ke rumahnya, meninggalkan korban di warung itu. Namun tak disangka, korban rupanya menyusulnya ke rumah pelaku.

Lalu, sesampainya di depan rumah Ama Karlos, korban mengumpat dengan kata-kata makian dan menantang pelaku untuk beruel. Merasa tersinggung, pelaku pun meladeninya.

“Kemudian saya mengambil “tuo woi” dan gunting dari dalam rumah saya. Gunting itu saya selipkan di pinggang saya, dan “tuo woi”-nya kupegang,” ujar Ama Karlos.

Keduanya lantas terlibat pergelutan. Ama Karlos kemudian menikamkan ekor ikan pari itu ke dada korban. Karena benda beracun itu tak bisa dicabut, pelaku kemudian mengambil gunting yang juga sudah disiapkannya tadi dan menusuknya ke perut korban. Nyawa korban pun melayang di lokasi kejadian.

“Dia lalu jatuh,” kata Ama Karlos yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan.

Kasatreskrim AKP SK Harefa SPd membenarkan kejadian tersebut. Pelaku diamankan dari lokasi. “Saat ini pelaku sedang menjalani pemeriksaan di Sat Reskrim. Kepada pelaku dikenakan Pasal 338 dan atau Pasal 351 ayat 3 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” kata Kasatreskrim. (ril/ tbsn)

Editor: Mora