1 tahun lalu |30 Juli 2016 12:34 |619 Pembaca

Menhut: Masih Banyak Lahan Kritis di Danau Toba

Foto: Menhut Siti Nurbaya saat penanaman bibit pohon di kawasan Danau Toba. Buea/ST

TAPUT, SUARATAPANULI.COM – Menteri Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengungkapkan masih banyak lahan kritis di kawasan Danau Toba. Hal ini diungkapkannya saat “Pencanangan Penanaman Pohon Restorasi Lingkungan Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik”, di Desa Huta Ginjang, Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (29/7).

“Masih ada dan banyak lahan kritis di kawasan Danau Toba, dan ini yang akan kita tuntaskan,” tegas Siti Nurbaya pada sambutannya pada acara penanaman sebanyak 7.700 batang pohon di kawasan tersebut.

Lebih lanjut disebutkannya,  pemerintah pusat sangat serius dan kongkrit dalam membangun kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata. “Yang kita lakukan ini (menanam pohon) adalah salah satu upaya untuk mempercantik kawasan Danau Toba,” terang Menhut.

Di lokasi yang sama Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan dalam sambutannya menyatakan pihaknya konsisten menjaga ekosistim dan tatanan kawasan Danau Toba yang menyumbangkan sebanyak 27 persen kawasan hutan di Sumut.

“Dengan luasan yang cukup besar itu kami berharap pemerintah pusat memberi perhatian pada Tapanuli Utara dalam penyelamatan hutan dengan tidak memberi Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) kepada kepala desa,” harap Nikson sembari meminta agar Kementerian Kehutanan juga memberi pengelolaan terhadap hutan di kawasan Salib Kasih Siatasbarita untuk dikelola menjadi daerah wisata.

Sementara itu Anggota DPR RI Efendi Simbolon menyatakan restorasi lingkungan sangat penting, melalui peran pusat hal ini (menanam pohon) dapat berlangsung secara berkesinambungan.

“Pengembangan kawasan Danau Toba dapat dilakukan di berbagai sudut, karena setiap sudut memberikan pemandangan yang berbeda dan tak ternilai. Dengan itu pengembangan kawasan danau toba harus diseluruh tempat, seperti daerah Muara,” ujarnya.

 

Editor: Marihot Simamora