1 tahun lalu |3 Agustus 2016 15:27 |773 Pembaca

Truk “Monster” Menyerah

Foto: Kasat Lantas Polres Sibolga AKP Sawangin Manurung saat RDP di DPRD Sibolga, terkait problematika truk "monster". Dok/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Para pengusaha truk ekspedisi Sibolga-Nias yang kerap bermuatan overtonase atau dikenal dengan sebutan truk “monster” menyerah dan berjanji mematuhi aturan yang berlaku. Kesepakatan itu tercetus dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Sibolga dengan pihak pengusaha angkutan, ekspedisi, pengelola pelabuhan, Satantas, dan Dishub Kota Sibolga.

“Semalam sudah ada kesepakatan dalam RDP di DPRD Sibolga, dimana pihak pengusaha angkutan siap mematuhi aturan lalulintas sebagaimana tertuang dalam ndang-undang yang berlaku. Kesepakatan itu berlaku untuk semua angkutan ekspedisi baik itu yang dari Medan dan juga yang ada di Sibolga. Dan pihak Dishub Sibolga juga sudah siap memasang portal di pelabuhan, sehingga tidak ada lagi muatan truk yang melebihi tonase,” sebut Kasat Lantas Porles Sibolga AKP Sawangin Manurung, Rabu (3/8).

Kasat juga menegaskan, lebih kurang satu bulan ia bertugas di Polres Sibolga sudah 44 truk “monster” yang ditindak. Itu sebagai bentuk komitmennya untuk menegakkan peraturan.
“Saya sudah sampaikan kepada para supir dan pengusaha truk agar menghargai tugas kami sebagai penegak hukum. Saya juga bisa memberikan toleransi yang sewajarnya, tapi kalau sampai tutup mata membiarkan truk-truk yang sudah membahayakan tetap beroperasi, itu namanya saya melanggar aturan. Sudah berkali-kali hal itu saya sampaikan,” sebut Kasat.

Dalam kesepakatan itu, lanjut Kasat, polisi akan mengkawal truk-truk itu sesuai dengan permintaan pengusaha truk. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan mengingat truk tersebut sudah pernah memakan korban.

Sementara itu mewakili pihak pengusaha ekspedisi mengatakan, bahwa pihak angkutan merasa terbantu karena pihak pengusaha toko yang ada di Nias mau menaikkan ongkos pengiriman barang.

 

Editor: Marihot Simamora