1 tahun lalu |5 Agustus 2016 15:21 |890 Pembaca

Panwaslih Tapteng Diminta Stop Bekerja

Foto: Aksi Formatsita berunjuk rasa di depan Kantor Panwaslih Pilkada Tapteng di Pandan, Jumat (5/8/2016). Ray/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Forum Mahasiswa Pemuda Sibolga-Tapteng (Formatsita) siang tadi berunjuk rasa di depan Kantor Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Pilkada Tapanuli Tengah di Jalan KH Dewantara, Pandan. Mereka membawa sejumlah spanduk bertuliskan sindiran serta kritikan atas kinerja panwaslih yang dianggap banyak kesalahan dan tidak transparan anggarannya.

Dalam orasinya, Heri Simanjuntak selaku orator mendesak agar panwaslih segera menghentikan segala aktifitasnya untuk sementara waktu, lantaran dinilai banyak ditemukan kejanggalan, seperti juga hal administrasi.

“Surat-menyurat sebaiknya mengatasnamakan sekretaris, bukan mengatasnamakan ketua. Panwaslih Tapteng telah melanggar Peraturan Badan Pengaws Pemilu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pengangkatan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota,” ungkapnya.

Selain itu, massa juga menuding para komisioner panwaslih tidak transparan dalam penggunaan anggaran. Diduga selama ini anggaran panwaslih menggunakan anggaran KPUD Tapteng dengan sistem pinjaman. Sebab sejauh ini anggaran panwaslih yang diketahui ada ditampung dalam APBD Tapteng TA 2016 belum dikucurkan.

“Jadi sebaiknya panwaslih jangan dulu berkerja sebelum anggarannya cair, meski telah masuk tahapan pilkada,” tegasnya.

Disamping itu, massa juga mendesak agar seluruh komisioner panwaslih diganti lantaran dinilai telah berpihak kepada pihak yang menyokong anggaran panwaslih selama ini.

Setelah berunjuk rasa kurang dari satu jam, massa diterima beberapa perwakilan dari Panwaslih Tapteng untuk berdialog. Namun dialog itu tidak menghasilkan kesepakatan. Massa yang kemudian membubarkan diri menyatakan akan kembali melakukan aksi serupa.

 

Editor: Marihot Simamora