1 tahun lalu |7 Agustus 2016 18:46 |653 Pembaca

Besok Hari Terakhir Sukran, Belum Kerjakan Visi Misi Sendiri

Foto : Sukran Jamilan Tanjung bersama kaum ibu dan anak dalam sebuah kegiatan pemerintahan daerah. Dok Istimewa

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Hari Senin (8/8/2016) menjadi hari bersejarah bagi Sukran Jamilan Tanjung. Dimana hari itu adalah hari terakhirnya menjabat Bupati Tapanuli Tengah. Sukran pun mengakui waktunya terbilang singkat sebagai bupati definitif. Bahkan apa yang dikerjakannya selama ini belum merupakan visi dan misinya sendiri.

“Saya kan wakil bupati 3 tahun, pelaksana tugas (plt) bupati 1,5 tahun, dan sebagai bupati (definitif,red) hanya sekitar 6 bulan. Saya masih meneruskan visi misi pendahulu saya (Bupati Raja Bonaran Situmeang), saya belum sempat menjalankan visi misi saya sendiri,” aku Sukran di sela menerima kunjungan kerja Menhub dan Meneg BUMN di Bandara Dr FL Tobing Pinangsori, Minggu (7/8/2016).

Sukran menyatakan bersyukur telah mendapatkan banyak pengalaman di bidang pemerintahan. Baik sejak dirinya menjadi Anggota DPRD Sumatera Utara, hingga melalui jenjang jabatannya di Pemkab Tapanuli Tengah.

“Saya bersyukur melalui semua pengalaman itu. Berdasarkan pengalaman itulah saya sudah bisa petakan apa sebenarnya masalah-masalah dan apa yang diperlukan Tapanuli Tengah ini,” ujar Sukran.

Sukran yang mencalonkan diri kembali di Pilkada 2017 nanti juga mengakui masih banyak program pembangunan yang belum selesai atau tuntas terlaksana. Seperti pembangunan jalan tembus Rampah-Poriaha, menghidupkan kawasan Terminal Baru Pandan, pengembangan kawasan industri Labuan Angin Poriaha Tapian Nauli, pengembangan Bandara Dr FL Tobing Pinangsori dan Pelabuhan Barus, dan lainnya.

Sekedar mengingatkan kembali, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah periode 2011-2016 Raja Bonaran Situmeang-Sukran Jamilan Tanjung dilantik pada 8 Agustus 2011 lalu. Di tahun ketiga pemerintahan pasangan yang dikenal dengan sebutan BOSUR itu, Bupati Raja Bonaran Situmeang lengser karena tersangkut kasus suap sengketa pilkada kepada mantan Ketua MK Akil Mochtar yang dibongkar oleh KPK.

 

Editor: Marihot Simamora