1 tahun lalu |9 Agustus 2016 12:36 |1445 Pembaca

Baru Sehari “Lengser” Sukran Didemo, Eks Narapidana yang Gagal

Foto: Aksi unjuk rasa oleh massa GEMPAR. Ist

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Sehari pasca berakhir masa jabatannya sebagai Bupati Tapanuli Tengah, Sukran Jamilan Tanjung sudah langsung didemo. Disebut eks narapidana, pendemo pun menudingnya telah gagal memimpin kabupaten berjuluk Negeri Wisata Sejuta Pesona.

Adalah puluhan orang yang menamakan diri dari Gerakan Muda Perjuangan Rakyat (GEMPAR) yang mendemonya. Mereka berunjukrasa di depan Kantor Bupati setempat di Jln Dr FL Tobing, Pandan, Selasa (9/8/2016).

Dalam orasinya, pengunjukrasa menyatakan bahwa kepemimpinan Sukran Jamilan Tanjung selama beberapa bulan terakhir dinilai gagal untuk membangun Tapanuli Tengah.

“Kami melihat masyarakat kecewa, sehingga anggaran yang bersumber dari uang rakyat tahun 2014 dan 2015 diduga kuat menjadi alat kepentingan yang dinilai tidak berpihak pada  kepentingan rakyat. Ini dilihat masih banyak jalan seperti kubangan kerbau di Tapanuli Tengah,” teriak Benny Hutauruk, salah seorang oratornya.

Kekecewaan terbesar yang juga dirasakan masyarakat adalah tentang kasus penipuan yang diduga dilakoni oleh Sukran Jamilan Tanjung, dalam pengurusan bidan PTT dengan uang sebesar Rp35 juta. Bahkan kasus ini telah dilaporkan oleh korban atas nama Sumiati Daeng dan Yusnidar Laoly, dengan terlapor Sukran Jamilan Tanjung.

Foto: Spanduk bertuliskan aspirasi massa GEMPAR. Ist Foto: Spanduk bertuliskan aspirasi massa GEMPAR. Ist

 

“Masyarakat menilai moral kepemimpinan Sukran bobrok, terbukti dari kasus penipuan itu. Bagaimana seorang pemimpin yang diduga melakukan penipuan terhadap masyarakat sendiri. Itu tidak mencerminkan teladan bagi masyarakatnya sendiri,” kata pengunjuk rasa dalam orasinya.

Bukan itu saja, massa juga menyuarakan Sukran Jamilan Tanjung sebagai mantan narapidana dalam kasus penipuan CPNS atas nama Maskur Simatupang. Uang yang diterima Sukran sebesar Rp30 juta. Perkara ini telah dibuktikan dengan vonis dari Pengadilan Negeri Sibolga. “Dalam amar putusan itu, Sukran Jamilan Tanjung divonis 3 bulan 14 hari penjara potong masa tahanan,” beber Benny Hutauruk bersama rekannya Simon Situmorang.

Mereka juga menyinggung tentang pembangunan Museum Barus Raya yang sampai saat ini belum selesai. Dimana masalah itu masih dalam penyidikan pihak Kejati Sumut. Sebab dana pembangunannya terindikasi korupsi, kolusi, nepotisme yang juga disebut-sebut melibatkan Sukran Jamilan Tanjung. Begitu pun tentang pemutasian pegawai yang sarat praktek transaksional uang.

Aspirasi pengunjuk rasa disahuti oleh Jontriman Sitinjak mewakili Sekretaris Daerah Hendri Tobing yang juga selaku Plh Bupati Tapanuli Tengah. Selanjutnya massa bergerak menuju kantor DPRD. Aksi itu mendapat pengawalan ketat dari petugas kepolisian.

 

 

Editor: Marihot Simamora