1 tahun lalu |11 Agustus 2016 07:49 |723 Pembaca

Harga Tomat Anjlok, Petani Taput Galau

Foto: Petani tomat yang resah karena anjloknya harga. Buea/ST

TAPUT, SUARATAPANULI.COM – Harga tomat di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut merosot tajam. Penurunan mencapai Rp1.800 per kilogram. Merosotnya harga ini mengancam petani bakal rugi cukup besar.

“Bila harga bertahan terus seperti ini, kami akan rugi Rp1.200 per kilogramnya,” ungkap Arton Lumbangaol, warga Desa Simanungkalit, Kecamatan Sipoholon, kepada awak media, Rabu (10/8).

Menurut Arton, posisi aman harga tomat di tingkat petani seharusnya di kisaran Rp3.500 hingga Rp4.000 per kilogram. “Maunya pemerintah juga menjadikan tomat sebagai hasil tani yang dilelang di pasar lelang,” harap Arton.

Senada dikeluhkan petani tomat lainnya, Cristopel Simanungkalit, saat ini harga jual tomat di tingkat petani hanya sekitar Rp1.800 hingga Rp2.000 per kilogram. Penurunan harga terjadi sejak tiga pekan terakhir.

Tanaman tomatnya ada 900 batang dengan produksi panen mencapai 4 hingga 6 ton perpekannya. Menurut Cristopel, biaya produksi tanaman tomat mulai dari biaya tanam dan biaya petik panen mencapai Rp3.000 per kilogramnya. “Karena harga anjlok, kami tidak memanen. Tomat yang masak kami biarkan saja membusuk,” ujar Cristopel, juga diamini Arton.

 

 

Editor: Marihot Simamora