1 tahun lalu |20 Agustus 2016 14:07 |837 Pembaca

Opera “Borua Na di Duru Ni Tao” Dipentaskan di Panggung Apung Karnaval Danau Toba

Foto: Thomson Hutasoit.

PARAPAT, SUARATAPANULI.COM – Opera Batak berjudul “Borua Na di Duru Ni Tao” (Perempuan di Pinggir Danau) akan tampil di acara Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016. Pertunjukan opera binaan Pusat Latihan Opera Batak (PLOt) Pematangsiantar ini akan dipentaskan di Panggung Apung Pantai Bebas, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (20/8) malam nanti.

Penampilan opera juga akan diiringi musik tradisional Batak, seperti suling, hasapi, garantung, taganing, sarune dan hesek.

“Opera yang melibatkan sebanyak 42 personil ini mengisahkan legenda Batak tentang asal mula Danau Toba dan pentingnya menjaga lingkungan terutama air,” terang Thomson Hutasoit, pelakon opera.

Mengisahkan satu keluarga, yakni Samosir, Sondang Nauli dan sang anak, Toba. Keluarga ini terpisahkan karena sang ayah, Samosir, mengingkari janji dengan membuka jati diri asli sang ibu, seekor ikan.

“Jika ingin tetap melihat bayangan sang istri di air,┬áSamosir bertugas menjaga kebersihan Danau Toba,” jelas Thomson.

Lebih Lanjut diterangkan Thomson, tugas itu sulit dijalankan Samosir. Hari demi hari, air Danau Toba, tak lagi jernih. Danau sudah dipenuhi tambak-tambak, sampai eceng gondok. Di tepian danau, hutan mulai gundul, hotel-hotel dan penginapan berdiri serta bentuk-bentuk lain yang mengancam kelestarian danau yang sudah dikenal di dunia ini.

“Inilah intinya, menjaga air Danau Toba, karena airnya akan sangat kita butuhkan,” tegasnya.

 

Editor: Marihot Simamora