1 tahun lalu |22 Agustus 2016 18:59 |1874 Pembaca

Posting Status Lecehkan Jokowi, Aktivis Dikecam Nitizen

Foto: Foto capture status facebook SP yang menuai kecaman Nitizen. Dok/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Postingan status di akun facebook oleh SP, dikenal sebagai seorang aktivis, yang melecehkan Presiden Joko Widodo, dikecam oleh para Nitizen. Postingan yang diupload tertanggal 20 Agustus 2016 pukul 08.10 WIB itu memang bertepatan dengan hari kunjungan kerja Jokowi ke Kota Sibolga.

SP menuliskan bahwa para pelajar, masyarakat dan kedua pemerintah daerah tidak perlu memberikan penyambutan besar-besaran terhadap kedatangan Jokowi, karena Jokowi merupakan pemimpin penuh dusta dan sandiwara belaka.

Secara lengkap SP menuliskan “Kasihan para pelajar yang menjadi korban pencintraan si JOKO BODO. Berbaris Panjang menyambut kedatangannya di Negeri Sejuta Pesona dan Negeri Berbilang Kaum. Begitu pentingkah menyambut kedatangannya sehingga para siswa harus keluar untuk melambaikan tangan kepada sang penguasa yang mereka tidak tahu apa dan mengapa harus berpanas2 dijalanan… Kasihan masyarakat dan pemerintah Daerah Sibolga/ Tapanuli Tengah, harus bekerja ekstra menyambut sang presiden yang penuh dengan dusta dan sandiwara belaka,,, kita lihat saja apa kontribunya buat masyarakat kita nantinya… saya yakin kedatangannya hanya menabur janji  dan kebohogan. Enyahlah dari SBG-TT wahai  JOKO BODO,,,!!!! Kedatanganmu tidak Kami harapkan, Rakyat Tidak Butuh Janji Tapi Bukti,,!!!!”.

Pada mulanya Nitizen tidak ambil pusing dengan status ini. Karena SP tidak secara terang-terangan memaksudkan statusnya untuk Presiden Joko Widodo. Namun, beberapa saat kemudian SP kembali menegaskan statusnya dengan menerangkan bahwa JOKO BODO adalah Presiden Joko Widodo dengan menuliskan “Karena bodohnyalah si Jokowi makanya namanya berubah menjadi si JOKO BODO. Muka Joko Bodo ma Jokowi hampir sama. Yang merasa dia bodoh pasti konstituen dan simpatisannya akan merasa kepanasan”.

Foto: Foto capture status facebook SP yang menuai kecaman Nitizen. Dok/ST Foto: Foto capture status facebook SP yang menuai kecaman Nitizen. Dok/ST

 

Kontan saja status SP ini memancing respon dari para Nitizen. Akun Andri C Malau mengomentari “kurang piknik abang ambo tu… mungkin dia lupa kalau lewat jalan sarudik pandan itu ecek-ecek (pura-pura) bagus”. 

Ada juga Nitizen yang mengusulkan untuk memanggil SP untuk dimintai penjelasan serta motif status yang bersangkutan.

Terkait hebohnya status SP ini, seorang aktivis relawan Jokowi, Edi Suryanto mengakui sudah membaca dan melihat status SP tersebut. Edo, sapaan Edi Suriyanto, menyesalkan status tersebut. Menurutnya, SP sebagai seorang aktivis sejatinya bisa mempertontonkan etika dan moral yang dianut oleh masyarakat Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) .

“Seandainya status itu benar dibuat oleh yang bersangkutan, maka tentu hal ini sangat kita sesalkan. Tapi kita masih mencoba menyikapinya dengan arif dan bijak. Kami merencakan akan memanggil atau menjumpai yang bersangkutan untuk mempertanyakan motif beliau memposting status seperti ini yang menghina Presiden RI,” papar Edo.

Edo yang merupakan pengurus Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Sumatera Utara itu menjelaskan, sebagai seorang aktivis, SP seharusnya lebih menonjolkan intelektualitas diatas emosionalnya. Apalagi suasana saat itu adalah momen bersejarah bagi Kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng yang mendapat kunjungan dari kepala negara.

Soal masyarakat yang meluber di sepanjang jalan, sambung Edo, merupakan aksi spontanitas masyarakat yang ingin melihat langsung sang presiden. Jadi bukan karena dikondisikan atau dipaksa untuk berpanas-panasan seperti yang dituliskan oleh SP dalam statusnya.

“Kami melihat ada pencemaran nama baik di sini, itu sangat jelas sekali. Kami akan mengambil langkah tegas melaporkan yang bersangkutan kepada pihak yang berwajib apabila yang bersangkutan tidak menyampaikan permohonan maaf secara langsung di media,” ungkapnya.

“Setahu saya SP ini orang dekat mantan Bupati Tapteng dan Walikota Sibolga saat ini. Maka tentu sikap SP seperti ini telah mencederai wibawa kedua pimpinan daerah ini. Sebagai orang dekat pemimpin kedua daerah ini, masyarakat tentu berpikir kalau SP adalah sosok yang cerdas dan intelektual, namun kenyataannya justru menjadi boomerang bagi keduanya,” ujarnya.

“Bupati atau walikota harus waspada terhadap orang-orang seperti ini. Jangan sampai ada dalam lingkaran kekuasaan. Bahaya ini, bisa merusak tatanan yang ada. Presiden saja tidak dihormati dan diapreasiasinya, apalagi kepala daerahnya,” tandasnya.

SP sendiri belum berhasil dikonfirmasi terkait status facebooknya itu. Namun beberapa saat setelah menuai kecaman, SP sepertinya langsung menghapus postingannya itu. Tapi beberapa Nitizen sudah ada yang sempat mengcapture tampilan dinding akun sosial medianya itu. Foto capture-an itu pun kemudian muncul dan beredar.

 

 

Editor: Marihot Simamora