2 tahun lalu |29 Maret 2016 07:53 |1411 Pembaca

Ada Pasar Lelang Hasil Pertanian di Siborongborong

Foto: Suasana Pasar Lelang hasil pertanian di Siborongborong, Taput, Senin (28/3). Buea/ST

Ada Pasar Lelang Hasil Pertanian di Siborongborong

TAPUT, SUARATAPANULI.COM- Hari kedua operasional ‘Pasar Lelang’ hasil pertanian di Pasar Siborongborong, Taput mendapat respon positif dari petani. Hari itu yang dilelang adalah cabai merah. Para petani sumringah, mereka berduyun-duyun membawa cabai merahnya untuk dilelang. Sebab harga tawaran menjadi jauh lebih tinggi dibanding dengan harga jual langsung kepada toke pengepul yang biasanya datang menawar ke petani.

Pada pelelangan Senin (28/3), cabai merah yang dijual mencapai 2.446 kilogram dengan harga tawaran dari pedagang mencapai Rp29.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Sebelumnya pada  pelelangan hari pertama Senin (22/3) pekan lalu hanya 2.049 kilogram meski harga saat itu mencapai Rp33.300 hingga Rp34.000 per kilogram.

Di sela tinjauannya, Bupati Taput Nikson Nababan menjelaskan pelelangan ini bagian dari mewujudkan visi Taput sebagai lumbung pangan. Melalui pelelangan, petani akan mendapatkan harga terbaik, sehingga masyarakat petani tidak dirugikan, bahkan mendapat untung yang bagus. Petani bersemangat sebab keringat mereka bertani kini memiliki jaminan kepastian harga.

“Sistem pelelangan ini akan merangsang dan memotivasi masyarakat membuka lahan tidur dan bertani dengan serius dengan jaminan tidak akan merugi tetapi mendapat hasil yang bagus dari produk hasil pertaniannya,” harap Nikson.

Ke depan tim kerja pelelangan harus bekerja maksimal. Misalnya rutin melakukan survei harga di berbagai daerah, sehingga harga yang ditetapkan di pelelangan ini tepat, tidak merugikan petani ataupun pedagang.

Panitia Pelelangan Giotto Senin menjelaskan, proses pelelangan ini berlaku bagi semua hasil-hasil pertanian masyarakat. “Pekan awal ini cabai merah, berikutnya kita lelang hasil pertanian atau hasil peternakan yang lain. Mulai April pasar lelang akan dibuka dua kali seminggu, yakni hari Senin dan Jumat,” ujarnya.

Editor: Mora