1 tahun lalu |9 September 2016 15:19 |946 Pembaca

Sakit Jantung, Bos PT PAS Tersangka Korupsi Lahan Rusunawa Sibolga Dibantarkan

Foto: Adely Lis alias Juli. Dok

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Rusunawa Kota Sibolga, Adely Lis alias Juli sempat dikabarkan ditangguhkan penahanannya oleh penyidik Kejatisu. Namun pihak Kejatisu menyebutkan bahwa bos PT Putra Ali Sentosa (PAS) di Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, itu dibantarkan.

“Bukan ditangguhkan, tapi dibantar. Dia sakit jantung, jadi berobat. Waktu itu dia buat surat sakit, cuma masih bisa. Tapi begitu diperiksa dokter, dia betul sakit, jadi perlu perawatan dulu,” kata Kasi Penkum Kejatisu Bobby Sandri saat dihubungi SUARATAPANULI.COM, Jumat (9/9/2016).

Ditanya apakah itu berarti keberadaan Juli di rumahsakit, Bobby menyatakan tidak mesti di sana. “Tidak mesti, bisa saja di rumah. Kan kalau perawatan bisa saja peralatan, dokter atau pesawatnya dibawa ke rumah, bisa jadi,” katanya.

Selama masa pembantaran, sambung Bobby, pihak penyidik terus memonitor perkembangan kesehatan tersangka. Jika nanti sudah kembali membaik, Juli akan kembali ditempatkan di Rutan Tanjung Gusta Medan.

“Dimonitor secara berkala. Kadang-kadang kami kerahkan dokter yang independen,” pungkas Bobby seraya menyebutkan berkas perkara kasus ini belum dilimpahkan ke pengadilan.

Sementara itu, Kuasa Hukum Adely Lis, Razman Arief Nasution ketika ditanya soal kabar penangguhan penahanan kliennya itu mengaku belum mengetahuinya. Razman juga menyatakan belum sempat bertemu dengan kliennya itu dalam kurun waktu dekat ini.

“Saya belum tahu. Belum pernah ketemu.  Tapi kalau soal seseorang tersangka ditangguhkan penahanannya itu ada diatur di KUHP. Tidak ada yang salah dengan penangguhan penahanan,” kata Razman seraya menambahkan sejak awal kliennya ditahan, pihaknya sudah mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

Sebelumnya, sumber yang merupakan salah satu orang dekat Juli sempat membenarkan kabar penangguhan penahanan bosnya itu. “Iya, sejak Jumat lalu,” ujar sumber.

Adely Lis selaku pemilik/penjual lahan ditahan penyidik Kejatisu pada Senin (13/6/2016) lalu. Empat hari kemudian, penyidik juga menahan tersangka mantan Plt Kepala Dinas Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (PKAD) Kota Sibolga, Januar Effendi Siregar (JES) pada Jumat (17/6/2016).

Dalam kasus ini, pembelian lahan seluas 7.171 m2 yang terletak di Jalan Mojopahit-Jalan Merpati, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan itu diduga dimark up sebesar Rp5,3 miliar. Dengan nilai total harga pembelian lahan itu sebesar Rp6,8 miliar, bersumber dari APBD Sibolga TA 2012.

Baik Adely Lis maupun JES disangkaan pelanggaran Pasal 2 jo Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

 

Editor: Marihot Simamora