1 tahun lalu |9 September 2016 20:50 |961 Pembaca

Juli “Setor” Rp3,3 Miliar, Itu Uang Apa?

Foto: Gedung Rusunawa Kota Sibolga yang anggaran pembelian lahannya diduga dikorupsi. Dok/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Rusunawa Kota Sibolga, Adely Lis alias Juli kini tak lagi menghuni Rutan Tanjung Gusta Medan. Dia sekarang sudah berstatus tahanan kota (Medan). 

Kasus ini ditangani Kejatisu Sumut. Meski sempat menyebutkan Juli dibantarkan karena pengobatan sakit jantung, tapi Kasi Penkum Kejatisu Sumut Bobby Sandri kemudian membenarkan bahwa Juli rupanya sudah berstatus tahanan kota.

“Yang pertama beliau (Adely Lis alias Juli) dibantar karena sakit dan kemudian dialihkan menjadi tahanan kota karena dia mengembalikan kerugian negara sebesar Rp3,3 miliar, jadi itu bukan (uang) jaminan,” tulis Bobby Sandri menjawab pesan singkat dari awak SUARATAPANULI.COM, Jumat (9/9/2016).

Jawaban itu dilontarkan Bobby Sandri setelah dikonfirmasi kembali, dimana berdasarkan informasi dari salah satu orang dekat Juli menyebutkan bahwa bosnya itu sudah berstatus tahanan kota sejak pekan lalu, setelah menyerahkan uang jaminan, bukan dibantar karena sakit jantung. Dan uang sebanyak Rp3,3 miliar itu sebagai jaminannya, bukan pengembalian kerugian negara. 

“Pembohong itu, beliau sudah berstatus tahanan kota, uang jaminannya Rp3,3 miliar itu, saya tahu itu,” ucap sumber yang sengaja dirahasiakan identitasnya kepada awak SUARATAPANULI.COM, Jumat (9/9).

Juli sendiri selaku pemilik/penjual lahan dalam kasus ini. Bos perusahaan eksportir ikan PT Putra Ali Sentosa (PAS) di Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah itu sebelumnya ditahan penyidik Kejatisu pada Senin (13/6/2016) lalu.

Empat hari kemudian, penyidik juga menahan tersangka mantan Plt Kepala Dinas Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (PKAD) Kota Sibolga Januar Effendi Siregar (JES).

Pembelian lahan seluas 7.171 m2 yang terletak di Jalan Mojopahit-Jalan Merpati, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan oleh Pemerintah Kota Sibolga itu diduga dimark up sebesar Rp5,3 miliar. Dengan anggaran total pembelian lahan itu sebesar Rp6,8 miliar, bersumber dari APBD Kota Sibolga Tahun 2012.

Juli dan JES disangkakan dengan Pasal 2 jo Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

 

 

Editor: Marihot Simamora