1 tahun lalu |10 September 2016 17:31 |1294 Pembaca

Sayang, ada yang ‘Hilang’ di FDT 2016

Foto: Pedagang buah di Festival Danau Toba 2016 di Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Tapi buah mangga khas daerah setempat tidak ada dijual. Buea/ST

MUARA, SUARATAPANULI.COM – Ada sesuatu yang ‘hilang’ di Festival Danau Toba (FDT) 2016 di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Apakah itu?

Yakni buah mangga, yang dikenal sebagai buah khas kawasan tepian danau besar di dunia ini. Buah berasa manis ini sama sekali tidak terlihat dijual di arena pelaksanaan FDT. Mangga Muara sendiri dikenal berukuran kecil seperti jenis mangga madu. Tapi rasanya sangat manis.

“Padahal awak sangat kepingin membeli mangga Muara itu, untuk oleh-oleh buat keluarga,” ungkap Melani Br Sihombing, pengunjung asal Kota Tarutung, kepada awak SUARATAPANULI.COM, Sabtu (10/9).

Melani mengaku dirinya datang ke Muara untuk mendampingi kerabatnya mengikuti lomba nyanyi grup trio pada even FDT. “Dari Tarutung kita sudah berniat akan beli mangga, meski hanya 2 kilo, eh yang ada justru rambutan,” ujarnya kesal.

Pantauan di lokasi perhelatan FDT memang tidak terlihat pedagang yang menjual mangga. Yang ada buah rambutan dan jeruk. Bahkan, rambutan hampir menguasai setiap sudut kota kecil pusat kecamatan. Ada yang menjajakan di atas trotoar atau kaki lima, dan ada juga yang menjual dengan menggunakan beco mini.

Bukan hanya di arena, sepanjang jalan menuju Kota Muara, mulai dari Desa Simatupang hingga ke dermaga Muara, ramai dijumpai pedagang buah rambutan. Jumlahnya mungkin lebih dari 50-an orang, kebanyakan pedagang dadakan.

“Mangga memang lagi tidak musim, biasanya panen di akhir tahun,” terang Rabekka Siregar (50) warga kecamatan setempat.

 

 

Editor: Marihot Simamora