1 tahun lalu |13 September 2016 16:26 |1743 Pembaca

Asa Sang Tokoh bagi pariwisata Danau Toba

Foto: DR Rustam Effendy Nainggolan. Marihot Simamora

MUARA, SUARATAPANULI.COM – Sederet tokoh daerah Provinsi Sumatera Utara hadir di penutupan Festival Danau Toba (FDT) 2016 di Dermaga Kota Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, Senin (12/9). Salah satunya DR Rustam Effendy (RE) Nainggolan. Bagaimana harapan dan pandangannya terhadap promosi destinasi wisata yang kini digadang menjadi “Monaco of Asia” itu?

“Tadi saya hampir 1 jam (dari Bandara Silangit, Siborongborong) menuju ke sini, karena banyak penduduk dan kendaraan. Saya pikir Muara kembali menemukan jati dirinya sebagai kota pariwisata di sekitar Danau Toba,” ujar RE Nainggolan yang didaulat menyampaikan sambutan.

“Tadi saya dari Siborongborong, tidak terasa karena jalannya sangat mulus. Mengingatkan saya saat 15 tahun lalu, bahwa Silangit ke Muara kembali jalan hotmix. Saya pikir itu sebuah prestasi, terimakasih kepada pemerintah daerah, khususnya Pak Bupati Nikson Nababan,” tambah mantan Sekda Provinsi Sumatera Utara itu.

Sebelum pensiun dari abdi negara, RE Nainggolan memang dikenal sudah malang melintang di birokrasi pemerintahan daerah di Sumatera Utara, khususnya di kawasan Tapanuli. Tentunya karakter dan potensi serta maju mundurnya geliat pariwisata Danau Toba sudah terpatri di hati dan pikirannya. Terkhusus bagi Muara, REĀ bahkan menyebutkan harapannya terhadap Muara dari pandangan religius.

“Semoga Muara akan seperti yang tertulis di alkitab; Dungi sahat ma nasida tu Muara nauli. Salah satu nats alkitab yang selalu saya ingat. Bahwa Muara ini adalah salah satu kota yang diberkati Tuhan,” sebutnya.

Pria kelahiran Pematangsiantar, Sumatera Utara pada 21 November 1950 ini kemudian menyebutkan sejumlah tokoh ternama asal Muara.

“Banyak tokoh dari Muara, apakah itu para jenderal, menteri, seniman, dan lainnya. Antara lain bersama dengan kita Bapak Soaloon Simatupang (Irjend Pol Purn dan pencipta lagu pop Batak ‘Anak Naburju’) yang legendaris,” tukas RE.

RE juga mengapresiasi keseriusan dan perhatian pemerintah untuk memajukan sektor pariwisata Danau Toba, dengan menggelar berbagai even besar seiring pembenahan sarana dan prasarananya.

“Tidak ada sektor yang paling cepat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat selain dari pada sektor pariwisata. Setiap orang di daerah itu pasti menerima manfaat dari pariwisata. Dalam tiga hari ini saya yakin ada ratusan juta uang tinggal di Muara sekitarnya,” ujarnya.

RE pun berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap pembangunan daerah kawasan Danau Toba, salah satunya jalan lingkar mulai dari Bakkara-Muara-Sitanggor-Lumban Silintong-Tigaras-Tongging-Silalahi-Paropo-Binangara (Sitio-tio)-Baktiraja-kembali ke Muara.

“Kalau itu dikembangkan ke depan, saya yakin masa tinggal para wisatawan pasti akan bertambah lebih baik. Dan kami lihat para kepala daerah di kawasan Danau Toba sudah bersatu padu bekerja, itu akan dikenang sepanjang masa. Terimakasih, Horas…!,” tutup RE.

 

Editor: Marihot Simamora