1 tahun lalu |15 September 2016 17:47 |1582 Pembaca

Ratapan Ibu Dapati Anaknya Gantung Diri, Siswa SMA Yapim Pandan

Foto Bidar Adam Ibrahim Siregar semasa hidupnya. Istimewa Fb

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM –  Sariani Harahap tak kuasa menahan tangisnya melihat tubuh anak sulungnya Bidar Adam Ibrahim Siregar (17), sudah terbujur. Siswa Kelas 2 SMA Yapim Pandan, Tapanuli Tengah itu ditemukan tewas gantung diri di tiang di kamarnya di Lingkungan II, Kelurahan Lubuk Tukko Baru, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah, Rabu (14/9) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Sariani mengaku bahwa memang sudah ada firasat akan peristiwa ini. Dimana seminggu sebelumnya, ia bermimpi atap rumahnya terbang diterjang angin dan rumahnya digenangi air yang sangat banyak. Tapi ia tidak menyangka akan terjadi peristiwa duka seperti itu.

“Memang saya pernah mimpi rumah kami ini terbang dan banjirlah rumah ini, rupanya inilah yang terjadi. Kasian kalilah anakku ini ya, dia yang menanggung,” ratap ibu korban tanpa ditemani suaminya karena sedang melaut.

Selain itu, beberapa hari belakangan Sariani menyebutkan bahwa anaknya itu sering melamun sendiri. Saat ditanya, korban mengatakan sedang bertemu dengan kakek dan neneknya yang sudah lama meninggal.

“Kadang saya lihat dia merokok sambil termenung. Saya tanya kenapa nak, dia jawab sedang berkumpul dengan nenek dan kakeknya,” kenangnya.

Bidar Adam Mengeluh Sakit di Kepalanya

Ibunya Sariani juga mengungkapkan bahwa putra itu memang sedang dalam proses pengobatan atas keluhan sakit pada kepalanya. Sakitnya itu mulai dikeluhkan sejak saat menyambut bulan suci Ramadhan lalu. Keluarga sudah membawa Bidar Adam berobat tradisional ke Binanga, Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas.

“Waktu mau balimau-limau Ramadhan lalulah dia sakit. Kami bawa berobat ke tempat saudara yang tinggal di Binanga sana. Ada satu bulan dia tinggal di sana. Seminggu setelah Lebaran itu lah dia baru pulang ke sini. Kondisinya sudah sehat-sehat saja,” tutur sang ibu.

Namun yang paling membuat Sariani sedih, putranya itu pernah mengatakan bahwa ia ingin terbang jauh sekali. Entah apa maksudnya, Sariani tak memahaminya.

“Cuma pas pulang (pasca berobat ke Binanga) itu dia ke sini, dia pernah bilang sama saya kalau dia ingin pergi terbang sangat jauh, jauhlah pokoknya. Katanya begitu sama saya, mendengar itu saya langsung nangis,” jelasnya.

Sempat Malas Pergi ke Sekolah

Sariani pun menyebutkan, pagi di hari kejadian, Bidar Adam sempat malas bangun untuk bersekolah. Setelah dibujuk, barulah Bidar bangun dan bersiap-siap ke sekolah.

“Tidak ada, hanya saja dia malas untuk pergi sekolah. Kayak tadi pagi saya bangunkan dia untuk pergi sekolah, dia langsung marah-marah sama saya. Cuma karena saya bujuk, dia pun mau juga pergilah sekolah,” ucap Sariani sambil terisak.

Kapolsek Pandan: Murni Bunuh Diri 

Setelah melakukan penyelidikan, pihak Polsek Pandan menyatakan korban murni bunuh diri. Tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana. Penyelidikan pun ditutup, dan jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga.

“Ibunya yang pertama melihat korban tergantung di tiang kamar rumah pakai seutas tali tampar. Melihat itu, ibunya langsung bertindak memotong talinya pakai parang dan menurunkan tubuh korban. Lalu dilaporkan, setelah kami lakukan olah TKP dan dilakukan pemeriksaan oleh tim medis di rumah duka, hasilnya dinyatakan korban murni meninggal dunia karena bunuh diri, dan di tubuhnya tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan,” terang Kapolsek Pandan AKP Ahmad Yani Nasution, Rabu (14/9).

Capture status ungkapan dukacita di dinding akun facebook korban. Istimewa FB Capture status ungkapan dukacita di dinding akun facebook korban. Istimewa FB

Status Facebook Bidar Keluhkan Sakit dan Ungkapan Belasungkawa 

Ditelusuri dari akun media sosial facebook milik Bidar Adam Ibrahim Siregar, yakni Bidar Alam Siregar C’pembantai (bais theganster macogemini)“, anak sulung itu pernah menulis status tentang sakit yang dialaminya.

Semoga aku tidak sakit lagi agar aku bisa sekolah lagi #pengen sekolah” tulisnya.

Dan pasca peristiwa mengejutkan itu, dinding facebooknya pun bertabur ungkapan duka dari teman-temannya.

Secepat ini kawan, Bidar Alam Siregar C’pembantai semudah itu kau pergi meninggalkan kami, padahal semalam kita olahraga bareng Bidar…., kau main bola bersama teman-teman cowok, ketaeak bareng .. Ahhhhhhkkkkkk, ya udah lah, mungkin iniang yang terbaik untuk mu kawan, semoga kau tenang di alam sana, mimpimu telah terwujud, kami merindukanmu bidar” tulis akun Divyanka Soraya Triphati.

Akun lain bernama Intan Beby Tanjung yang menulis; “Innalillahi cpt x kau pigi bg, gk percaya awalnya dengar kau dah gk ada lagi bg, skrng dah sama tuhan kau bg, tenang2 dsna yah bg #aminn“.

 

Editor: Marihot Simamora