1 tahun lalu |16 September 2016 23:25 |1939 Pembaca

Dua Bocah Diculik dari Pandan, Ditemukan di Kebun Sawit

Foto: Wida Yanti Tanjung bersama kedua anaknya Iqbal dan Fitri dipertemukan di Mapolsek Pandan. Istimewa

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Iqbal (4) dan Fitri (5) akhirnya kembali ke pelukan ibunya Wida Yanti Tanjung, Jumat (16/9). Kemarin, kedua bocah dari Kelurahan Budi Luhur, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, dilaporkan hilang.

Dugaan keduanya telah diculik bisa jadi benar. Sebab Iqbal dan Fitri ditemukan terlantar di salah satu kebun kelapa sawit di Kebun Pisang, Lingkungan III, Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, masih di kabupaten yang sama, lalu dibawa ke kantor camat. Penemunya seorang warga sekitar bermarga Hutagalung.

Kapolsek Pandan AKP Ahmad Yani Nasution membenarkan bahwa kedua anak tersebut telah ditemukan. Sebelumnya, pihak keluarganya melaporkan bahwa mereka hilang, diduga diculik oleh seorang pria yang belum diketahui pasti identitasnya.

“Ada yang menemukan, lalu diantar ke kantor camat. Kami ditelepon apakah ada yang kehilangan anak di Pandan, anaknya ada disini. Lalu kami menjemputnya ke sana. Terus kami hubungi keluarga yang melapor kemarin untuk datang ke polsek,” ungkap AKP Ahmad Yani.

Adalah Wida Yanti Tanjung, ibu dari kedua bocah, menceritakan bahwa awalnya kedua anaknya itu dibawa oleh seorang pria yang mengaku berasal dari Kota Padangsidimpuan, serta mengaku teman dari Musa, adik laki-laki Wida. Pria yang tidak sempat diketahui namanya itu tadinya berdalih ingin bertemu dengan Musa.

“Waktu dia datang, dia tanya mana abang (maksudnya Musa) Kak? Kubilang sudah tiga hari dia belum pulang. Handphoneku pun dibawanya, coba hubungilah,” tutur Wida di Mapolsek Pandan.

Karena Musa tidak berhasil dihubungi, pria itu kemudian meminta izin untuk menumpang mandi di kamar mandi rumah. Wida pun mengizinkannya tanpa curiga bahwa pria itu punya niat lain.

Selesai mandi, masih seperti cerita Wida, pria itu juga meminta izin untuk menginap di rumah itu, dengan alasan menunggu honornya cair dari dinas PU. Namun permintaan itu ditolak Wida. Sebab menurutnya itu tidak baik, dimana suaminya, Ilham, sedang pergi melaut.

“Kubilang tak mungkin kau di sini tidur, lakiku (suami) gak di sini. Karena katanya dia mau nginap satu malam saja di rumahku, katanya dia menunggu gajinya dari PU,” ucap Wida lagi.

Kemudian pria itu pamit pergi. Tapi besok siangnya pria itu datang lagi. Alasannya mau mengganti pakaian. Wida yang tidak menaruh curiga pun mengizinkannya.

“Sekitar jam dua siang dia datang lagi ke rumah. Aku tanya dia, mau mengambil bajunya? Katanya tidak, cuma mau duduk saja sebentar. Tapi anakku ini menangis minta jajan sama dia. Terus dia bilang, aku mau ganti baju dulu ya Kak. Digantinyalah bajunya di dapur, anakku mengikutinya ke dapur. Baru dibilangnya, Kak aku bawalah jajan adik ini ya. Iyalah, kubilang saja begitu,” papar Wida.

Pria itu kemudian mengajak kedua bocah itu untuk membeli jajanan ke kedai yang tidak jauh dari rumah tersebut. Tapi berselang setengah jam, mereka belum juga kembali ke rumah.
Wida pun mulai merasa khawatir.

Bersama tetangganya, Wida kemudian mencari Iqbal dan Fitri ke penjuru kampung, dengan mengendarai sepedamotor. Kekhawatiran itu ternyata benar. Seorang kerabat Wida mengakui sempat melihat Iqbal dan Fitri dibawa seorang pria, lewat dari depan rumahnya.

“Sudah kami cari-cari, karena gak dapat, kami melapor ke Polsek Pandan,” kata Wida yang bersyukur karena kedua anaknya telah ditemukan dalam kondisi sehat. Wida berharap pelaku penculikan itu bisa segera ditangkap, lalu dihukum. (FS)

 

Editor: Marihot Simamora