1 tahun lalu |19 September 2016 22:39 |1907 Pembaca

Pertaruhan Nyawa Para Pelajar di Pelosok Tarabintang Humbahas

Foto: Beberapa pelajar SD warga Desa Tarabintang, Kecamatan Tarabintang, Humbahas, Sumut yang menggunakan rakit bambu un menyebarangi sungai. Istimewa

HUMBAHAS, SUARATAPANULI.COM -Para pelajar di Lae Toras, Desa Tarabintang, Kecamatan Tarabintang, Kabupaten Humbahas, Sumatera Utara masih menggunakan rakit seadanya untuk menyeberangi sungai saat pergi dan pulang sekolah. Meski sudah terbiasa, namun resikonya tinggi, bahkan nyawa taruhannya.

Dengan rakit bambu mereka harus menyeberangi sebuah sungai besar berarus cukup deras, dengan lebar sekitar 60 meter dan kedalaman 2-3 meter. Sementara perlengkapan sekolah, termasuk sepatunya harus dimasukkan ke dalam plastik agar tidak basah saat menyeberangi sungai.

“Tidak takut, kami sudah terbiasa,” kata salah satu pelajar SD yang dipanggil Robin oleh teman-temannya, di tepi sungai saat akan menyeberang ke kampungnya, Sabtu (17/9) siang.

Para bocah berseragam putih itu memang terlihat santai dan sudah mahir menaiki dan mengendalikan rakit dengan pegangan kendali seutas tali melintangi sungai dengan diikatkan pada batang pohon.

Memang ada akses alternatif lain keluar kampung, tapi harus berjalan kaki mengitari desa lain melalui jalan setapak, dan tentunya membutuhkan waktu yang lama.

Boru Hasugian (40-an), warga kampung terpencil itu mengakui bahwa semua warga kampungnya sudah terbiasa menyeberangi sungai dengan rakit bambu itu. Bahkan terkadang warga menyeberang langsung berenang, termasuk anak-anak sekolah.

‚ÄúSudah dari dulu seperti ini. Ya mau gimana lagi, jembatan tidak ada. Yang sedihnya kalau hujan dan air sungai naik. Anak-anak sekolah kadang jadi gak bisa sekolah karena kejebur masuk sungai buku-buku dan pakaiannya basah. Atau juga orang yang sakit mau berobat ke puskesmas,” akunya.

Terpisah, Camat Tarabintang Robert Marbun saat dihubungi wartawan membenarkan kondisi yang memprihatinkan itu. Camat menyebutkan pihaknya sudah berulang kali mengusulkan pembangunan jembatan ke pemerintah kabupaten, tapi belum dikabulkan.

“Sudah berulang kali kami usulkan pembangunan jembatan,” ungkap Camat.

 

Editor: Marihot Simamora