1 tahun lalu |25 September 2016 15:34 |608 Pembaca

Warga Desa Masundung punya MCK Baru Buatan TMMD

Foto: Dandim 0211/TT Letkol Cori Sigalingging (kanan belakang) bersama Satgas TMMD ke-97 Kodim 0211/TT dan mahasiswa saat memulai pembangunan MCK di Desa Masundung, Kecamatan Lumut, Tapteng. (Dok/Satgas TMMD)

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Warga Desa Masundung, Kecamatan Lumut, Tapanuli Tengah (Tapteng) terbantu oleh program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-97 Kodim 0211/TT. Salah satu kegiatannya membangunan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) yang memadai di desa itu.

Pembangunan MCK ini disambut gembira oleh warga sekitar. Menurut mereka, dengan adanya MCK itu, warga sekitar tidak kesulitan lagi dalam beraktifitas buang air sehari-hari.

“Terimakasih kepada bapak-napak dari TNI, adik-adik mahasiswa dan unsur lain yang ikut dalam pembangunan MCK ini. Memang kami masyarakat sangat membutuhkan fasilitas ini untuk mandi, mencuci, dan buang air sehari-harinya,” kata K Hutagalung, warga sekitar.

TMMD kali ini memang dipusatkan di
Desa Aek Gambir dan Desa Masundung, Kecamatan Lumut, Tapanuli Tengah (Tapteng). Program bakti negeri TNI ini dibuka sejak Selasa 20 September hingga 19 Oktober 2016 nanti.

“Kami melihat desa ini tertinggal. Banyak sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat belum terpenuhi. Makanya di program TMMD tahun ini kami membangun 1 unit MCK umum, lokasinya persis di dekat rumah sekretaris desanya. Pesannya, hendaknya masyarakat setempat rutin dan aktif bersama-sama memelihara MCK yang dibangun,” tandas Dandim 0211/TT selaku Dansatgas TMMD Letkol Cori Sigalingging, usai meninjau lokasi.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi yang diwakili Pj Bupati Tapteng Bukit Tambunan, dalam upacara pembukaan kegiatan di Tanah Lapang Desa Aek Gambir, Kecamatan Lumut mengungkapkan bahwa TMMD merupakan pengabdian panjang yang memberi kontribusi kepada negeri, dengan bukti berhasil mendukung percepatan pembangunan di pedesaan dan sekaligus merawat semangat kegotongroyongan
“TMMD juga menjadi bagian dari upaya bersama yang dilandasi semangat kegotongroyongan untuk menanggulangi kemiskinan, keterbelakangan, ketertinggalan dan ketergantungan pada lingkup pedesaan,” katanya. (ril)

 

Redaktur: Mora