2 tahun lalu |29 Maret 2016 18:18 |1105 Pembaca

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Desa Terpencil

Foto: Suasana Desa Pandan Laut, Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng yang belum tersentuh listrik dan sarana kesehatan. Dok/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM- Komisi A DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) meminta eksekutif meningkatkan lagi perhatiannya terhadap permasalahan kesehatan masyarakat. Khusus pada peningkatan sarana prasana kesehatan. Sebab masih ada sejumlah desa terpencil di Tapteng yang sama sekali tidak memiliki sarana kesehatan.

“Tak hanya sarana kesehatannya saja, bahkan tenaga medisnya pun juga sama sekali tidak pernah bertugas,” ujar Unedo Martin Tobing, Anggota Komisi A DPRD Tapteng.

Politisi Partai Demokrat ini menegaskan kalau di TA 2016 ini terjadi peningkatan signifikan anggaran di dinas kesehatan, khususnya pada anggaran sarana dan prasarana kesehatan. “Jadi tidak ada lagi alasan bagi Pemkab Tapteng atau dinas kesehatannya untuk tidak mengatasi permasalahan yang kita anggap krusial itu,” katanya.

Menurut Martin, Komisi A sendiri telah berulang kali membahas hal tersebut melalui rapat dengar pendapat dengan pihak dinas kesehatan, bahkan mereka selalu menyarankan agar pemerintah daerah secepatnya menuntaskan permasalahan ini.


“Jika perlu bagi tenaga medis yang ditempatkan di desa-desa terpencil itu diberikan fasilitas dan intensif yang memadai. Dengan begitu para tenaga medis yang ditempatkan di daerah terpencil semakin giat memberikan pelayanan, jadi tidak ada lagi terdengar keluhan dari masyarakat kalau daerah mereka jarang didatangi petugas medis. Karena selama ini masih banyak kita dengar keluhan dari masyarakat minimnya tenaga medis yang bertugas di desa-desa terpencil,” ujarnya.

Senada dikatakan Ribu Simatupang, Ketua Lembaga Pemantau Pembangunan dan Aset (LPPA-RI) Sibolga Tapteng. Menurutnya sarana dan prasarana kesehatan di Tapteng masih minim. “Padahal setiap tahun anggaran, APBD untuk dinas kesehatan cukup besar dianggarkan di masing-masing bidang, “ jelas Ribu seraya mengatakan namun penempatan anggarannya belum semua memenuhi sasaran bidang kesehatan.

Editor: Mora