1 tahun lalu |28 September 2016 21:27 |1611 Pembaca

Kecelakaan Truk vs Angkot di Tarutung, 6 Penumpang Luka-luka

Foto: Kondisi truk dan angkot yang tabrakan di Jalinsum Tarutung-Balige Km 2 Tarutung, Rabu (28/9/2016) sekira pukul 16.00 WIB. (Buea/ST)

TARUTUNG, SUARATAPANULI.COM – Angkot Opranto BB 1509 EA jurusan Balige-Tarutung bertabrakan dengan truk barang BK 8320 CH di Jalinsum Tarutung-Balige Km 2 Tarutung, Rabu (28/9/2016) sekira pukul 16.00 WIB. Sopir angkot dan 5 penumpang yang diantaranya 3 masih anak-anak, mengalami luka berat dan ringan.

“Benar, ada kecelakaan tadi sore. Truk kontra Opranto. Ada 6 orang korban yang luka cukup parah,” terang Kapolres Tapanuli Utara AKBP Dudus HD melalui Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing.

Empat korban laka itu saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Tarutung, yaitu Asita Situmeang (42) warga Jln TB Simatupang Kecamatan Balige, Tobasa, yang merupakan sopir angkot. Ia mengalami luka robek di bagian kepala, tangan dan kaki.

Sementara penumpang angkot diantaranya Nurpiana br Nababan (43) beserta anaknya Haen Monang Manalu (10) dan Sergio Simangunsong (4) warga Jalan Balige, Kecamatan Siborongborong, Tapanuli Utara mengalami luka robek di kepala dan tangan akibat benturan.

Selanjutnya, Basaria Tambunan (42) bersama anaknya Ello Simanjuntak (4) warga Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong mengalami luka robek di kepala, tangan dan kaki.

Sopir angkot Asita Situmeang, kepada awak media mengatakan, saat itu dia bersama 5 penumpangnya melaju dari arah Balige menuju Tarutung dengan kecepatan sedang. Sementara truk melaju dari arah sebaliknya. Sebelum tiba di TKP yang merupakan jalan lurus, dari jauh dia melihat truk tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dan seperti oleng hingga menyeret angkotnya ke parit jalan dan berhenti di halaman rumah warga.

“Saya dari jauh sudah melihat truk itu agak oleng dan tidak stabil. Saya sempat mengelak ke kanan untuk menghindar, karena truk itu masuk ke jalur saya. Sebelum saya ditabrak, di depan saya ada satu mobil melaju dan mobil itu lolos dari hantaman truk itu. Saya sempat mengatakan pasrah mati sajalah, karena truk itu terus menyeruduk jalur saya hingga menghantam mobil saya. Setelah itu saya masih sadar dan minta tolong kepada warga sekitarnya,” ungkap Asita Situmeang.

Belum diketahui keberadaan sopir truk ekspedisi itu yang bertuliskan SAHAT JAYA di kaca depannya itu. Namun disebut-sebut ia bermarga Tampubolon. Sesaat setelah kejadian, sopir itu diduga pergi meninggalkan truknya.

Pantauan di TKP, petugas dari Satlantas Polres Taput terlihat sedang melakukan olah TKP dan mengamankan kedua kendaraan. Terlihat juga mobil angkot rusak parah di bagian depan.

Aiptu Walpon Baringbing mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan olah TKP, dengan memintai keterangan korban dan saksi-saksi.

“Sopir truk marga Tampubolon masih kita cari karena diduga melarikan diri. Dari penyelidikan sementara, sopir truk diduga lalai dalam mengemudi karena telah lari dari jalur jalan yang  semestinya dilalui,” pungkasnya.

 

 

Editor: Marihot Simamora