1 tahun lalu |30 September 2016 08:47 |819 Pembaca

SK DPP Soal Ketua Baru Gerindra Tapanuli Tengah Direkayasa

Foto: Sevri Siahaan dan pengurus Partai Gerindra Tapteng saat konferensi pers di sekretariat partai, Kamis (29/9). (dok/ist)

PANDAN, SUARATAPANULI.COM – Selain gagal mengusung calon di Pilkada, Partai Gerindra Tapanuli Tengah kini tengah berseteru. Sejak 20 September 2016 lalu struktur pengurus inti di DPC partai itu kabarnya sudah berubah. Menyusul munculnya SK DPP (Pusat) Nomor: 09-0166/Kpts/DPP-Gerindra/2016 yang menyatakan pergantian ketuanya.

Dalam SK itu disebutkan ketua DPC yakni Hazmi Arif Simatupang, menggantikan Christian Raja Pasaribu.
Kemudian Lasper Nahampun dihunjuk sebagai sekretarisnya, dan Surya Sri Adelina Siregar sebagai bendahara.

Namun legalitas SK yang diteken oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Sekjen Ahmad Muzani itu kini diragukan oleh pengurus DPC yang rupanya masih “mencintai” ketua DPC lama Christian Raja Pasaribu. Mereka menilai SK DPP tersebut palsu, cacat hukum, dan tidak sesuai mekanisme partai.

“Kami pengurus DPC masih mengakui Pak Christian Pasaribu sebagai Ketua Gerindra Tapteng,” ucap Ketua Organisasi dan Kepengurusan DPC Tapteng Sevri Siahaan kepada wartawan sekretariat partai di Pandan, Kamis (29/9).

Dikatakannya pula bahwa SK DPP yang menyatakan susunan pengurus baru itu adalah rekayasa belaka, dengan tandatangan palsu hasil scanning.
“Munculnya SK DPP bernomor 09-0166/Kpts/DPP-Gerindra/2016 itu menurut kami itu pengusulan, dimana surat DPD Sumut Nomor: ST/09-042/A/DPD-GERINDRA SUMUT/2016 yang merekomendasi Hazmi Arif Simatupang sebagai ketua DPC itu dinyatakan gagal.
Kami sudah kami konfirmasi kepada Sekretaris DPD Sumut Jhon Robert Simanjuntak, bahwa tandatangan pengusulan dari DPD Gerindra di-scan atau dipalsukan, bahkan tandatangan ketua umum juga disinyalir di-scan,” jelasnya.

Sevri juga mengatakan bahwa Ketua OKK Gerindra Sumut Sharil pun menyatakan SK DPP itu tidak benar, dan itu sudah diadukan ke Polda Sumut. Sementara itu Christian Raja Pasaribu sendiri, sebut Sevri, kini sedang melaporkannya ke Mahkamah Partai Gerindra di Jakarta. (fs)

 

 

Editor: Mora