1 tahun lalu |2 Oktober 2016 23:19 |1189 Pembaca

Leher Pak Mandor Dikapak di Warung Kopi, Ambruk dan Tewas di Tempat

Foto: Korban yang tewas bersimbah darah di dalam warung kopi di Pasar Simundol, Dolok Sigompulon, Paluta, setelah dikapak di bagian lehernya. (dok/ist)

PALUTA, SUARATAPANULI.COM – Nauli Saputra Harahap, pria 40 tahun yang diketahui bekerja sebagai mandor kebun kelapa sawit PT Sipirok Indah di Bilah Barat, Kabupaten Labuhan Batu, Sumut, tewas bersimbah darah di dalam sebuah warung kopi. Leher korban terluka parah akibat dikapak oleh KR (28). 

Peristiwa maut itu terjadi di sebuah warung kopi di Pasar Simundol, Kecamatan Dolok Sigompulon, Paluta, Sabtu (1/10) sekira pukul 20.00 WIB. Diduga, KR menyimpan dendam kepada korban.

Saksi mata di tempat kejadian, M Ritonga kepada wartawan menceritakan kejadian yang menghebohkan warga sekitar itu. Awalnya korban datang berkunjung ke tempat saudaranya di Pasar Simundol, Dolok Sigompulon. Sekitar pukul 19.00 WIB, korban bersama saudaranya tadi datang ke warung kopi itu. Sebelum masuk ke dalam, korban masih sempat ngobrol-ngobrol dengan kerabatnya itu di depan warung.

“Katanya korban datang kemari untuk mengunjungi saudaranya. Korban ini dikenal sebagai mandor kebun di Labuhan Batu,” ujarnya.

Sambung Ritonga lagi, beberapa saat kemudian turun hujan. Korban dan saudaranya tadi lalu masuk ke dalam warung. Sambil menunggu hujan reda, mereka iseng bermain domino.

Saat itu pelaku juga berada di dalam warung. Tapi kemudian ia keluar dari warung itu tanpa bicara.

Tidak lama, pelaku tiba-tiba masuk lagi ke dalam warung dan langsung mengayunkan kapak yang sudah pedangnya ke arah leher korban. Seketika itu juga korban tersungkur ke lantai. Ia tewas bersimbah darah.

Melihat kejadian itu, pemilik dan para pengunjung warung berhamburan ke luar. Tidak ada satu pun warga yang berani melerainya, karena pelaku menenteng kapak.

“Katanya karena dendam lama. Sekitar setahun lalu pelaku pernah dikeroyok di kebun Sipirok Indah, karena dia ketahuan mencuri buah kelapa sawit. Mungkin saat itu korban ini terkait atau ikut menghakimi,” tutur M Ritonga.

Masih Ritonga, setelah korban tewas, pelaku pun kabur entah kemana. Kemudian warga menghubungi polisi. Oleh petugas, mayat korban kemudian dibawa ke RSUD Gunungtua untuk divisum.

Camat Dolok Sigompulon Madnalim Pakpahan yang dihubungi via seluler membenarkan peristiwa tersebut. Kata Camat, malam itu juga mayat korban dibawa ke rumah orangtuanya di Desa Limau Manis, Gunungtua untuk dikebumikan.

Terpisah, Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Rony Samtana melalui Kapolsek Dolok AKP Abdul Rahman Siregar SH membenarkan kasus pembunuhan itu.

“Iya benar, korban tewas di tempat setelah terkena kapak di bagian lehernya. Saat itu korban sedang bermain domino. Untuk sementara motifnya masih didalami. Pelakunya sendiri melarikan diri, dan masih dalam pengajaran oleh personel polsek dibantu dari polres,” kata Kapolsek. (tim)

 

 

Editor: Mora