1 tahun lalu |5 Oktober 2016 23:11 |985 Pembaca

Gembong dan Penadah Curanmor Diringkus Polres Sibolga

Foto: Tersangka Ps dan ARA beserta barang bukti hasil kejahatan mereka, saat konferensi pers yang disampaikan Kapolres Sibolga AKBP Benny Remus Hutajulu. (dok/ist)

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Tim Opsnal Reskrim Polres Sibolga berhasil membekuk PS alias L (23), gembong aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) spesialis sepedamotor. Warga Jalan Merpati itu diringkus di salah satu tangkahan ikan di Jalan Mojophit pada Sabtu (1/10) pukul 16.00 WIB kemarin.

Tersangka mengakui telah 6 kali  mencuri sepedamotor, 5 kali diantaranya di wilayah Kota Sibolga, dan 1 kali lagi di Kabupaten Tapanuli Tengah.

6 sepedamotor yang dicuri PS diantaranya jenis Yamaha Mio Soul GT putih pada Juli 2016, Honda Spacy merah, Honda Beat Pop putih, Yamaha RX King lis merah pada Agustus 2016, Yamaha Jupiter MX, serta Honda Vario putih pada September 2016.

Sepedamotor hasil curiannya tersebut dijual kepada penadah AEP alias A dan ARA alias A seharga Rp1,5 juta per unit.

Uang hasil penjualannya diduga dipergunakan tersangka PS untuk membeli narkoba. Dugaan itu dikuatkan dengan hasil tes urine-nya yang positif menggunakan narkoba.

Petugas kemudian membekuk kedua penadah itu pada Minggu (2/10) kemarin. AEP diringkus di Kecamatan Sorkam, Tapanuli Tengah, dan ARA di Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah.

Dari tangan penadah AEP diamankan 2 unit sepedamotor hasil curian PS, yakni Jupiter MX dan Honda Vario. Sedangkan dari tangan penadah ARA, petugas juga menyita 4 unit sepedamotor hasil curian.

Tak hanya itu, petugas juga mengamankan 3 unit sepedamotor lainnya dari tangan AEP, yang diduga hasil curian pelaku lainnya. Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas Samsat, ketiga sepedamotor itu milik warga Kota Medan.

Selain itu lagi, petugas juga berhasil menemukan 2 unit sepedamotor lagi yang ditinggalkan pencurinya di Jalan Balam dan Jalan Tenggiri, Kota Sibolga. Yakni jenis Suzuki FU hitam dan Honda Scoopy putih.

“Ini semua hasil kerja keras Tim Opsnal Reskrim dan berkat partisipasi masyarakat,” ujar Kapolres Sibolga AKBP Benny Remus Hutajulu saat konfrensi pers, Rabu (5/10).

Akibat perbuatannya tersangka PS dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 ke 3e KUHPidana tentang lencurian pemberatan dengan ancaman 7 tahun penjara serta berkas perkara yang berlapis.

Sedangkan kedua penadah AEP dan ARA dijerat dengan Pasal 480 KHUPidana tentang pertolongan jahat atau tadah dengan ancaman 4 tahun penjara. (tim/ps)

 

 

Editor: Mora