1 tahun lalu |13 Oktober 2016 13:37 |691 Pembaca

Danau Toba ‘Berkaca’ ke Xi Hu China

Foto: Gubsu Tengku Erry Niradi bersama Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan saat mengunjungi stand penggiat wisata di Hangzhou China. (dok/ist)
TAPANULI, SUARATAPANULI.COM – Untuk menjalin kerjasama membangun dan mengembangkan pariwisata Danau Toba, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengajak Gubsu Tengku Erry Nuradi dan para bupati se-kawasan mengunjungi Kota Hangzhou di China.
Menpar dalam rilisnya menjelaskan kunjungan itu untuk menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo pada pertemuan KTT G-20 ke-11 di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China pada 4-5 September 2016 lalu.

“Belajar dari Negeri China untuk menata kawasan wisata Danau Toba menjadi lebih baik. Hal ini yang dilakukan dalam kunjungan Kemenpar pada 10-13 Oktober 2016 ke Kota Hangzhou,” jelas Menpar dalam rilisnya.

Pembelajaran itu mengingat keunggulan penataan Xi Hu (Danau Barat) di Kota Hangzhou. Karena daya tarik Xi Hu diakui sebagai situs rujukan wisata yang sangat populer, yaitu Trip Advisor.

“Setelah ditetapkan sebagai destinasi prioritas dan akan menjadi salah satu ’10 Bali Baru’ pada 2019, kita proyeksikan kunjungan wisman ke Toba akan meningkat signfikan mencapai 1 juta,” kata Menpar lagi.

Hal ini mengacu kepada 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas), merestorasi lingkungan Danau Toba (indestifikasi isu dan alternatif solusi), melakukan pengembangan pemasaran pariwisata (branding, advertising, dan selling), serta pengembangan SDM dan industri pariwisata. Danau Toba sudah ditetapkan menjadi satu dari 10 destinasi prioritas. Artinya, destinasi ini akan dikembangkan sedemikian rupa, baik aksesibilitas, amenitas, maupun atraksinya.

“Untuk mencapai angka proyeksi 1 juta wisman tersebut, Presiden Joko Widodo telah menetapkan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba, sebagai langkah melakukan percepatan pembangunan Danau Toba,” jelas Menpar.

Tujuannya, agar Danau Toba siap menjadi primadona pariwisata. Targetnya pada 2019 nanti danau seluas 3.000 km persegi bisa mendatangkan 2 juta kunjungan wisman. Sebagai perbandingan, pada 2014 Xi Hu mendatangkan 3,26 juta turis.

Langkah Menpar dan rombongan, selain untuk belajar tentang tata kelola danau, pemerintah Indonesia juga akan membicarakan kemungkinan terjalinnya kerja sama dengan Tiongkok. Misalnya membuat nota kesepahaman Sister Lake Agreement antara Hangzhou dengan Pemkab Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Simalungun, Karo, dan Dairi.

Senada, pada rilis Info Seputar Gubsu Tengku Erry Nuradi diungkapkan Danau Barat di Hangzhou luar biasa indah dan bersih. “Kita akan belajar manajemen dan pengelolaannya. Mana yang bagus akan kita terapkan di Danau Toba,’’ tandas Erry.

Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan melalui selularnya yang ikut bersama rombongan menuturkan, pengembangan potensi wisata Danau Toba menjadi sorotan nasional saat ini. Keinginan bersama pengembangan potensi wisata alam Danau Toba telah bersinergi dalam sebuah program study banding antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten ke Kota Hangzhou Pantai China.

Kunjungan ini merupakan studi banding ke Pantai China Hangzhou, pabrik sutra di Suzhou, Lingering Garden, Tiger Hill, mengunjungi Xi Hu (Danau Barat), dan melihat Impression West Lake Show, untuk dapat diterapkan dalam pengembangan wisata Danau Toba.

“Kunjungan ini diharapkan semaksimal mungkin dapat dimanfaatkan dalam pengembangan wisata Danau Toba. Seluruh rombongan, dalam hal ini pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten se-kawasan dapat bersinergi mengembangkan kawasan Danau Toba menjadi potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia untuk dapat dinikmati dunia internasional,” ujar Bupati. (tim/ril)

 

Editor: Mora