11 bulan lalu |16 Oktober 2016 20:59 |8318 Pembaca

37 Warga Pahae Jae Diamankan Polisi Terkait Unjukrasa Anarkis di PT SOL

Foto: Kapolres Tapanuli Utara AKBP Dudus HD saat memberikan pengarahan kepada 37 warga Kecamatan Pahae Jae yang terlibat aksi unjuk rasa anarkis di lokasi PT SOL Silakitang pada Sabtu (15/10) siang. (dok/ist)

TAPUT, SUARATAPANULI.COM –  Tim Gabungan Polres Tapanuli Utara mengamankan 37 warga Kecamatan Pahae Jae yang terlibat aksi unjuk rasa anarkis di lokasi PT Sarulla Operation Limited (SOL), pada Sabtu (15/10) siang. Unjukrasa spontanitas oleh 600-an warga saat itu berakhir dengan pengerusakan kantor PT Hyundai, salah satu sub kontraktor PT SOL.

“Mereka diamankan tadi pagi sekitar pukul 10.00 WIB, dengan melibatkan tim gabungan. Yang diamankan yang terlibat aksi anarkis, seluruhnya diamankan dari tempat atau lokasi yang berbeda,” terang Kapolres Tapanuli Utara AKBP Dudus HD melalui Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing kepada awak media, Minggu (16/10).

Diterangkan Baringbing, warga diamankan akibat imbas dari aksi unjukrasa anarkis di lokasi PT SOL Silangkitang Pahae Jae. “Ada sekitar 600 warga yang terlibat, mereka dari beberapa desa yang berdekatan dengan lokasi,” jelasnya.

Adapun pemicu aksi itu karena salah satu sumur bor PT SOL mengeluarkan suara dentuman kuat, yang diduga ada kebocoran pipa perusahaan pembangkit listrik tenaga panas bumi itu. Suara ledakan itu membuat masyarakat ketakutan dan resah. Secara spontan warga berkumpul lalu menyerang lokasi PT SOL. Setelah warga masuk ke lokasi perusahaan, mereka langsung menyasar kantor PT Hyundai dan merusak barang-barang yang ada di dalamnya.

Saat itu, menurut Baringbing, personil polisi yang berjaga di lokasi tidak sanggup menghempang massa. Setelah petugas bantuan dari Polres tiba, barulah massa bisa dikendalikan. Dan setelah dilakukan negosiasi, warga kemudian membubarkan diri. Pihak PT Hyundai dan PT SOL kemudian membuat laporan pengaduan.

Saat ini ke-37 orang yang diamankan di Mapolres Tapanuli Utara masih dalam pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim.  Pemeriksaan dilakukan untuk mencari bukti-bukti sejauh mana keterlibatan mereka dalam aksi pengrusakan itu, juga terkait penjarahan barang-barang dan penganiayaan terhadap karyawan PT Hyundai warga negara Korea Selatan.

“Apabila ditemukan bukti, maka dari antara ke-37 orang itu akan ditetapkan sebagai tersangka dan diproses secara hukum,” tegas Baringbing.

Berikut daftar warga yang diamankan:

* Warga Desa Silangkitang:
– Lintong Sihombing (39)
– Tonni Sibarani (38)
– Gunawan Simbolon (35)
– David Sihombing (27)
– Dodi Sihombing (24)
– Daniel Sitompul (21)
– Jhon Sinaga (40)
– Rimpun Sihombing (30)
– Burju Sitompul (26)
– Roy Pardede (19)
– Joksan Sibarani (21)
– Jawan Hutabarat (40)
– Galaxi Hutabarat (31)
– Jeplin Sihombing (34)

* Warga Desa Sigurunggurung:
– Joharman Hutagalung (24)
– Samsul Gultom (30)
– Jhon Rimto Sitompul (38)
– Ramadi Sitompul (20)
– Alex Sitompul (24)
– Perguson Sitompul (23)
– Jefri Sitompul (20)
– Tumpal Aritonang (36)
– Noel Sitompul (32)

* Warga Desa Pardomuan Nainggolan:
– Jefri Nainggolan (33)
– Rafles Hutapea (19)

* Warga Pasar Sarulla:
– Nunut Sitompul (32)

* Warga Desa Pardomuan:
– Ronal Nainggolan (22)

* Warga Desa Siopat Bahal:
– Diego Sitompul (25)

* Warga Desa Sigurung 2:
– Kevin Sianturi (18)

* Warga Desa Onanjoro:
– Tuahman Saragi (18)
– Marlon Aritonang (20)
– Lamik Sitanggang (28)

* Warga Desa Pardamean:
– Sakti Simatupang (31)
– Jujur Panggabean (25)

* Warga Desa Siriaria:
– Marudut Sitompul (29)

* Warga Desa Sigurung 3:
– Amri Parapat (26)
– Sandro Parapat (32)

(Sumber: Polres Tapanuli Utara) 

 

 

Editor: Mora