1 tahun lalu |16 Oktober 2016 21:24 |7225 Pembaca

Aksi Anarkis di PT SOL Pahae Dipicu Ledakan Pipa Uap Panas Bumi

Foto: Kantor PT Hyundai di kawasan PT SOL Pahae Jae, Tapanuli Utara yang dirusak massa. (dok/ist)

TAPUT, SUARATAPANULI.COM – Ratusan warga yang tinggal di Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara mengamuk akibat meledaknya pipa uap panas bumi milik PT Sarulla Operation Limited (SOL) di Desa Silakitang, Sabtu (15/10). Pipa yang meledak itu merupakan proyek yang dikerjakan PT Hyundai, perusahaan sub kontraktor asal Korea Selatan.

Salah seorang warga Pahae Jae T Sitompul kepada awak media mengatakan, masyarakat tidak terima atas kejadian itu. “Kami marah karena takut dampak ledakan itu. Karena kadar uap panas bumi sangat tinggi. Sekira 3 bulan lalu, pipa itu sudah pernah juga meledak dan melukai pekerja,” ungkapnya.

Kapolres Tapanuli Utara AKBP Dudus HD melalui Kasubbag Humas Aiptu Pol W Baringbing yang dikonfirmasi membenarkan  meledaknya pipa uap itu menimbulkan amarah warga. Masyarakat yang emosi diperkirakan 600 orang lebih.

“Masyarakat mengamuk dan mendatangi kantor PT Hyundai dan langsung melempari kantornya, serta melakukan perusakan di dalam kantornya. Akibatnya beberapa peralatan kantor rusak,” terangnya.

Saat ini personil Polres Tapanuli Utara diterjunkan menjaga di lapangan untuk menghindari terjadinya bentrok susulan.

Menanggapi hal itu, Humas PT SOL Hindustan Sitompul yang dikonfirmasi lewat telepon selulernya mengungkapkan yang meledak itu adalah laverdis (pengaman) dari pipa uap yang dikerjakan PT Hyundai.

“Masyarakat mengamuk akibat kejadian itu. Saat ini, beberapa pekerja warga Korea Selatan sudah diamankan untuk menghindari amukan masyarakat. Kita lihat memang masyarakat di sini belum bisa menerima kemajuan,” ujarnya.

Pemicu amarah diduga karena sikap PT SOL yang banyak memperkerjakan orang luar. Disebutkannya, tidak mungkin semua pekerja orang Pahae (lokal).

“Bukannya kita melanggar MoU. Tetapi kita lihat situasi dari skill masyarakat juga. Memang kita lihat, masyarakat di Pahae belum bisa menerima kemajuan,” ujarnya.

Akibat kericuhan ini, Polres Tapanuli Utara telah mengamankan 37 orang warga. Mereka diamankan untuk diperiksa sebagai saksi, apabila dalam pemeriksaan ada yang terbukti terlibat, maka akan dijadikan tersangka pengerusakan.

 

 

Editor: Mora