1 tahun lalu |17 Oktober 2016 16:41 |549 Pembaca

Daripada Terjadi Musibah, Mending di Darat Dulu

Foto: Perairan Teluk Tapian Nauli di wilayah Tapanuli Tengah dan Sibolga yang beberapa hari terakhir dilanda cuaca buruk. Kondisi itu yang memaksa para nelayan tradisional urung melaut.

TAPANULI TENGAH, SUARATAPANULI.COM– Para nelayan tradisional di Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, tak berani melaut karena cuaca buruk yang melanda sejak 3 hari terakhir. Dari pada terjadi musibah, lebih baik beraktifitas di darat.

“Kami tidak berani melaut karena cuaca buruk ini. Dari pada terjadi musibah, mending beraktifitas di darat dulu,” ungkap Lamhot Sitompul (44) damini 3 rekannya nelayan, Senin (17/10).

Untuk sementara, kapal mereka dilabuhkan di sekitar pemukiman warga di pinggiran pantai. Diakui Lamhot, cuaca buruk di laut memicu naiknya ketinggian ombak, bahkan hingga mencapai 3 meter. Untuk mengisi waktu di darat, Lamhot memilih banyak beraktivitas di rumah, misalnya memperbaiki kerusakan rumahnya, lalu tiap sore dan pagi harinya memeriksa kapalnya.

“Kalau tidak pergi melaut, kami di rumah, sesekali lihat-lihat kondisi kapal kami,” jelasnya seraya berharap cuaca ekstrim segera mereda, sebab jika cuaca buruk berkepanjangan, maka otomatis penghasilan untuk biaya hidup keluarganya juga nihil.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Klas III Dr FL Tobing Pinangsori, Sibolga-Tapanuli Tengah memang ada merilis imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Sebab cuaca buruk sedang melanda kawasan pantai barat Sumatera Utara, khususnya wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga. Kondisi itu diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Dijelaskan, cuaca umumnya berawan–hujan ringan pada sore dan menjelang malam hari. Suhu udara berkisar antara 23-32˚ Celcius. Kelembaban udara berkisar antara 50-92 %. Dan angin umumnya bertiup dari arah barat dengan kecepatan berkisar 05–20 knot. (fs/tim)

 

 

Editor: Mora