1 tahun lalu |19 Oktober 2016 12:00 |847 Pembaca

Pas Mau Kerja, Molen Proyek Dana Desa Didapati Terbakar dan Dibuang ke Sungai

Foto: Mesin molen di lokasi proyek Dana Desa Kinali, Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah yang dirusak OTK.
BARUS, SUARATAPANULI.COM – Saat para pekerja datang ke lokasi kerjanya, dua mesin molen (pengaduk campuran semen) proyek rabat beton Dana Desa Kinali, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, rupanya didapati telah dirusak orang tidak dikenal (OTK), Rabu (19/10). Satu unit didapati di sungai, satu unit lagi telah dibakar.

Menurut Kepala Desa Kinali Rahmi Simamora, kedua molen tersebut pertama diketahui hilang sekitar pukul 07:30 WIB saat para pekerja akan bekerja mencor rabat. Setelah dicari-cari, pekerja menemukan satu molen mini tersebut dibuang ke dalam Sungai Aek Sirahar yang berjarak sekitar 30 meter dari lokasi pekerjaan. Sementara molen yang satunya lagi diketahui sudah hangus terbakar dan tidak bisa digunakan lagi.

“Kemudian molen yang di sungai itu digotong masyarakat dari ke lokasi proyek. Karena kejadian inj, semua pekerja untuk sementara diberhentikan,” ujar kepala desa.

Kepala desa Rahmi Simamora kemudian melaporkannya kepada Camat Barus dan jajaran Forkopimda Barus. Setelah tiba di lokasi, Camat Barus Ernawati menyatakan mengecam kelakuan OTK tersebut. Tindakan tersebut tidak manusiawi lagi, sebab itu sama saja dengan menghambat pembangunan, khususnya bagi masyarakat desa setempat.

“Setelah diinformasikan kepala desa, kami langsung datang ke lokasi. Kami berharap ini menjadi tugas kita bersama, termasuk warga setempat, agar mencari tahu siapa pelakunya. Jika warga tahu, segera laporkan kepada pihak berwenang. Sudah tugas kita mengawal pelaksanaan dana desa ini. Kami juga berharap Polsek Barus segera mengungkap masalah ini, dan jika pelakunya sudah dapat, maka jangan dikasih toleransi. Harus dihukum, tidak ada cerita dama-damai. Harus ditindak tegas agar ada efek jera. Orang-orang seperti ini sudah bukan manusiawi lagi,” katanya.

Sekedar informasi, sekitar 3 bulan lalu kejadian serupa juga terjadi. Dimana satu unit excapator milik Dinas PU Tapteng yang digunakan untuk menormalisasi Sungai Aek Siregar, letaknya tak jauh dari lokasi pembakaran molen itu, pun didapati telah dibakar OTK. Sampai saat ini masih tampak garis polisi di lokasi pembakaran excapator tersebut. (hm/tim)

Editor: Mora